Search Results
97 results found with an empty search
- 2024 ICAS MEDAL PRESENTATION CEREMONY (MPC) PENGANUGERAHAN MEDALI EMAS KEPADA SISWA-SISWI TERBAIK INDONESIA
Jakarta, Sabtu, 11 Januari 2025 – UniSadhuGuna Testing Center (UTC) kembali gelar ICAS 2024 Medal Presentation Ceremony (MPC). Sebanyak 80 siswa – siswi terbaik dari jenjang pendidikan SD hingga SMA berhasil meraih medali emas atas skor tertinggi dalam International Competitions and Assessments for Schools (ICAS). Acara yang berlangsung di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia ini mengusung tema “Luar Angkasa” yang lengkap dengan visualisasi galaksi, planet dan roket. Dekorasi ini menciptakan suasana yang unik dan imajinatif, mengajak para siswa, guru dan tamu undangan merasakan pengalaman perjalanan inspiratif menuju prestasi gemilang. “Hari ini bukan hanya tentang merayakan pencapaian luar biasa para siswa, tetapi juga mengapresiasi potensi besar yang dimiliki generasi muda Indonesia yang tak terbatas. ICAS adalah pintu gerbang yang mempersiapkan anak–anak bangsa untuk beradaptasi dan bersaing di tingkat global, dimana kemampuan berpikir kritis, kreatif dan inovatif sangat penting,” ujar Adhirama G Tusin, CEO USG Education. Peningkatan Prestasi yang membanggakan Menurut Deddy Mulyadi, Head of Department UniSadhuGuna Testing Centre, tahun ini terjadi peningkatan yang signifikan pada jumlah siswa peraih medali emas, terutama di bidang Mathematics dan Science. Hal ini menunjukkan perkembangan yang semakin baik dalam kemampuan berpikir tingkat tinggi atau High Order Thinking Skills (HOTS) di kalangan peserta ICAS. “Harapan kami adalah agar ICAS dapat berperan dalam mengasah kemampuan HOTS ini. Kemampuan tersebut sangat penting untuk melatih nalar, memecahkan masalah, serta berpikir secara logis, kritis, dan kreatif,” tambah Deddy Mulyadi. Pada acara ini, UniSadhuGuna Testing Centre (UTC) juga mengundang perwakilan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud) serta perwakilan dari Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) untuk turut hadir dan menyaksikan pencapaian luar biasa para siswa. ICAS: Kompetisi Internasional dengan Standar Tinggi ICAS adalah sebuah tes pengukuran kemampuan dasar berbasis HOTS bagi siswa kelas 3 SD hingga 3 SMA (Year 3-Year 11) yang memiliki elemen kompetisi bertaraf internasional dan telah dilaksanakan di lebih dari 20 negara termasuk Indonesia. Adapun bidang studi yang diukur adalah English, Mathematics, Science, Digital Technologies, Spelling Bee & Writing. ICAS sudah terlaksana sejak tahun 2005 berkat kerjasama antara UTC & Janison Australia, sebuah lembaga assessment yang di dukung oleh Univesity of Sydney. Semua materi tes ICAS dibuat oleh para praktisi dan pakar pendidikan yang berpengalaman di bidangnya. Sekolah peserta ICAS dapat menggunakan hasil laporan diagnostik Sekolah (School Report) untuk melihat kekuatan dan kelemahan dalam bidang studi yang diukur serta menjadikannya sebagai bahan masukan dalam pengambilan kebijakan terkait dengan kegiatan belajar mengajar di sekolah. Pada tahun 2024 ini ada 125 sekolah dari tingkat SD hingga SMA yang tersebar di seluruh Indonesia turut berpartisipasi pada kompetisi ini, dengan total siswa sebanyak 11.806. ICAS tentunya membawa dampak positif bagi para pesertanya dan sekolah-sekolah yang berpartisipasi. Sean Matthew Anaya Napitupulu, siswa SMP SMA Bukit SION Jakarta, berhasil meraih dua medali emas sekaligus di mata pelajaran Matematika dan Sains pada ICAS 2023. “ICAS adalah kesempatan bagi saya untuk melihat sejauh mana kemampuan saya dan perkembangan pendidikan saya. Bagi sekolah, ICAS juga memberikan peluang untuk mengetahui sejauh mana kualitas pendidikan mereka dibandingkan dengan sekolah lain,” ujar Sean. Menuju ICAS 2025 ICAS akan hadir kembali dan dilaksanakan pada tanggal 4 Agustus – 26 September 2025. Para siswa yang ingin mengikuti kompetisi dapat menghubungi pihak sekolah masing-masing untuk pendaftaran. Bagi sekolah yang ingin bergabung untuk pertama kalinya, UTC siap membantu proses registrasi ke Janison Australia, mitra internasional ICAS. Mengenai UniSadhuGuna Testing Centre (UTC) UTC adalah salah satu unit yang berada dibawah naungan Lembaga Pendidikan UniSadhuGuna yang menyelenggarakan tes dan pengukuran/penilaian bertaraf Internasional di Indonesia. UTC menyediakan layanan tes untuk sekolah, universitas, lembaga pendidikan serta perorangan. UTC adalah satu-satunya perwakilan resmi dari Janison Australia di Indonesia untuk penyelenggaraan ICAS sejak tahun 2005. Janison Australia adalah organisasi yang memiliki konsentrasi di tes pengukuran/penilaian pendidikan dan bertaraf Internasional yang mengkhususkan diri dalam program penilaian skala besar. Mengenai USG Education Sejak didirikan pada tahun 1994, USG Education telah menjadi pintu gerbang bagi ribuan siswa Indonesia untuk mengakses pendidikan di universitas-universitas terkemuka di seluruh dunia. Program-program USG Education yang terintegrasi menjadi solusi dalam perjalanan akademik siswa mulai dari tingkat SD hingga SMA, melalui pembelajaran Bahasa Inggris, persiapan akademik hingga melanjutkan studi di universitas internasional. Dengan pengalaman lebih dari tiga dekade di program foundation pathway, USG Education telah berhasil meluluskan lebih dari 5.000 siswa yang kini tersebar di berbagai penjuru dunia. Alumni USG Education berperan aktif di sektor-sektor penting seperti pendidikan, keuangan, energi, digital, dunia kreatif, bisnis, dan lainnya. Mereka tidak hanya membawa ilmu dan keterampilan, tetapi juga kontribusi besar dalam perkembangan industri di Indonesia dan dunia. USG Education bukan hanya tentang pendidikan, tetapi juga tentang membangun masa depan yang gemilang, penuh prestasi, dan menginspirasi dengan tujuan mencetak generasi muda yang siap berkompetisi di dunia global. Informasi lebih lanjut dapat menghubungi : Ratih Astari Kirana ratih.kirana@unisadhuguna.org Siti Ayu Chodijah siti.ayu@unisadhuguna.org info@icasindonesia.co.id
- Kisah Sukses USG Education: Langkah Awal Menuju Pendidikan Kelas Dunia
Pendidikan adalah kunci menuju masa depan yang cerah. Bagi pelajar Indonesia, studi di luar negeri dapat membuka wawasan, pengetahuan, dan peluang karier yang luas. Namun, berbagai tantangan seperti persyaratan masuk, adaptasi budaya, dan kendala bahasa sering kali menghambat langkah mereka. Di sinilah Program Pathway USG Education hadir sebagai solusi tepat untuk membantu siswa mengatasi tantangan ini dan meraih impian mereka. Tonggak Pencapaian USG Education Dimulai dari visi dari 44 tokoh Indonesia untuk menciptakan perubahan positif di negeri ini, UniSadhuGuna atau USG Education hadir sebagai lembaga pendidikan internasional yang berkomitmen membangun masa depan generasi muda Indonesia. Berawal pada tahun 1994, USG Education memulai kerja sama yang sukses dengan UNSW yang dikenal sebagai salah satu universitas terbaik di Australia. Inisiatif ini telah membuka jalan bagi USG Education untuk menjadi lembaga tepercaya yang menawarkan program pendidikan berstandar internasional. Di tahun yang sama,, USG Education meluncurkan Unistart, layanan konsultasi yang berfokus pada penempatan di Universitas luar negeri bagi seluruh calon mahasiswa yang akan meneruskan studinya. Hingga kini, USG Education telah membantu ribuan siswa meraih impian mereka melalui program pendidikan berstandar global. Dengan jaringan kemitraan yang solid dan terus berkembang di lebih dari 100 universitas dunia di pusat-pusat pendidikan terkemuka seperti Inggris dan Eropa, Amerika Serikat dan Kanada, Australia, dan banyak negara di Asia, termasuk Singapura, Malaysia, Tiongkok, dan Jepang, USG Education telah membuka jalan bagi siswa untuk meraih gelar bergengsi, penghargaan internasional, hingga karier cemerlang. CEO USG Education, Adhirama G. Tusin, menyatakan bahwa USG Education hadir untuk melampaui batas pendidikan dan memberikan siswa Indonesia peluang terbaik meraih pengalaman dan paparan internasional. “Program kami dirancang untuk memastikan siswa di Indonesia memiliki keterampilan dan keahlian yang khusus, membuka peluang global dan dapat berperan dalam membangun bangsa yang berpikiran maju,” ujarnya. Sebagai institusi pendidikan terbesar di Indonesia, USG Education menyediakan fasilitas modern dan kurikulum internasional terbaik untuk mendukung siswa menemukan jalur sukses mereka. Dengan kampus strategis di empat lokasi, USG Education berkomitmen mencetak pemimpin masa depan yang kompetitif di dunia global. Program Pathway Unggulan Saat ini USG Education telah memiliki beragam pilihan pathway program yang berfokus pada integrasi dalam penyediaan program Pendidikan Internasional, yaitu: Uniprep Junior College (UJC) UJC menawarkan pilihan program kualifikasi sekolah menengah atas Indonesia yang setara dengan kurikulum internasional dan dirancang untuk siswa yang ingin melanjutkan pendidikan di luar negeri, yaitu BTEC Level 2 Diploma, International GCSE, dan International A Levels UJC menggunakan kurikulum dari Pearson (Inggris) Edexcel untuk program International General Certificate of Secondary Education (International GCSE) dan A’ Levels, dan BTEC untuk program Level 2. Setelahnya, para siswa dapat meneruskan studinya ke UIC College atau Uniprep sebelum melanjutkan ke jenjang sarjananya di Universitas luar negeri. Pembelajaran di UJC tidak hanya fokus pada teori, tetapi juga mendorong siswa untuk aktif dan mandiri melalui pendekatan praktis dan berbasis kehidupan nyata. UNIPREP Program Foundation Studies dari UNSW (University of New South Wales), Australia, memungkinkan siswa melanjutkan studi ke jenjang sarjana di UNSW atau universitas Group of 8 (Go8) lainnya setelah menyelesaikan 9 bulan pendidikan. UNSW Foundation Studies diakui secara global untuk akses ke program sarjana di negara seperti Kanada, Selandia Baru, Inggris, Amerika, Malaysia, dan Singapura, dengan dukungan guru berpengalaman sejak 1994. UIC College Diluncurkan awal pada tahun 2006 dan secara bertahap, UIC College hadirkan berbagai University Pathway dan Fast Track Program yang menggunakan kurikulum internasional pilihan dan memungkinkan siswa melanjutkan studi di luar negeri dengan lebih hemat waktu, terdiri dari: BTEC HND & HNC yang menggunakan kurikulum Pearson dari Inggris UIC-UTS College yang menggunakan kurikulum dari UTS College, Australia, dan American Degree Transfer Program (ADTP) , yang menggunakan kurikulum dari Whatcomm Community College, Amerika Serikat Melalui program University Pathway dan Fast Track Program di UIC College siswa dapat menghemat biaya pendidikan kuliah di luar negeri sampai dengan 70%. Di UIC College, siswa menjalani masa studi selama satu hingga dua tahun di Indonesia sebelum melanjutkan pendidikan sarjana ke universitas ternama di Inggris, Australia, Amerika Serikat, atau negara lainnya. Dengan pendekatan real-world learning dan kurikulum berbasis industri, siswa diberikan pengalaman langsung mengenal industri di bidangnya masing - masing, baik melalui pembelajaran dari para praktisi maupun mengerjakan tugas yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Menjelang kelulusan dari program pathway, siswa yang akan melanjutkan studi ke luar negeri mendapat dukungan penuh dari Unistart , konsultan pendidikan internal USG Education. Dengan pengalaman membantu lebih dari 1.300 siswa, Unistart memberikan informasi lengkap tentang universitas internasional, bantuan pengurusan visa, hingga persiapan keberangkatan seperti pengurusan visa, persiapan pre-departure dan lain-lain. Kisah Inspiratif Para Alumni USG Education Hingga kini, USG Education telah meluluskan lebih dari 4.000 alumni yang sukses di berbagai bidang, dari pendidikan, keuangan, hingga dunia kreatif. Dengan visi meningkatkan kualitas SDM Indonesia, USG terus berkontribusi mencetak pemimpin masa depan yang siap menghadapi tantangan global dan membawa nama bangsa ke kancah internasional. Joselyn Jesse Kwanzeli , salah satu alumni program Uniprep , mengungkapkan bahwa dengan menyediakan persiapan dan bimbingan yang baik, program Uniprep telah membantu langkahnya untuk studi di UNSW, Australia. “Uniprep mengajarkan kami hal-hal dasar yang kami perlukan untuk jurusan kami di universitas. Uniprep menyediakan banyak latihan dan contoh sehingga kami dapat memahami materi dengan lebih baik. Para guru juga mendorong kami untuk lebih aktif melalui diskusi dan presentasi di kelas. Uniprep juga membantu kami untuk lebih mengenal universitas-universitas Australia. Saya menikmati program Uniprep karena semua guru dan stafnya baik, ramah, dan berpengalaman,” ujarnya. Senada dengan Joselyn, Rafi Yusuf Budiman yang merupakan alumni dari program UIC - UTS College , menyatakan bahwa program UIC - UTS College menyediakan jalur menuju UTS, Australia, yang sesuai dengan rencana studinya. “UIC UTS College memungkinkan saya beradaptasi dengan sistem universitas. Kelas-kelas kecil membangun hubungan yang lebih dalam dengan teman-teman dan dosen saya. Para guru dan staf juga sangat ramah, mereka sangat mendukung dan sungguh-sungguh ingin siswa mereka berhasil,” ungkapnya. Di sisi lain, Ibu Yenny Kartani Sofian , mengungkapkan bahwa program UIC College BTEC , Desain Grafis, merupakan "Langkah Pertama" yang sempurna bagi putrinya, Audrey Nicole Kurniawan. Berkat UIC College, Audrey lulus dari Griffith College Dublin dengan lancar dan melanjutkan S2 di universitas impiannya, Trinity College Dublin, serta meraih gelar Master dengan predikat “First-Class Honours”. “Saya sangat bersyukur memilih UIC College, karena Audrey dapat melanjutkan jenjang selanjutnya ke Irlandia untuk jurusan Communication and Media Production, dan semua yang dipelajari di UIC College ada di kampus tersebut, sehingga Audrey berpeluang besar untuk mendapatkan nilai bagus atau First Class Honours,” jelasnya. Komitmen USG Education untuk Generasi Emas Indonesia USG Education terus diharapkan menjadi solusi dan mitra utama bagi orang tua dan siswa dalam memilih universitas terbaik di luar negeri. Dengan kemitraan erat bersama berbagai universitas global, USG Education membuktikan standar profesionalismenya dalam menyediakan pendidikan berkualitas. Ini sejalan dengan visi mencetak Generasi Emas 2045—noble scholars yang cerdas, inovatif, berintegritas, dan siap memimpin kemajuan Indonesia menuju masa depan yang gemilang.
- TBI Pondok Indah Tegaskan Komitmen Berbagi Akses Belajar Lewat Ramadhan Charity Day 2026
The British Institute, TBI, Pondok Indah menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang inklusif, hangat, dan bermakna melalui penyelenggaraan Ramadhan Charity Day 2026 , sebuah inisiatif sosial edukatif yang memadukan semangat berbagi dengan pengalaman belajar bahasa Inggris yang menyenangkan bagi anak-anak di lingkungan sekitar. Pada kegiatan yang diselenggarakan di kampus TBI Pondok Indah, Jalan Terogong Raya No. 32, Cilandak, Jakarta Selatan, sebanyak 20 anak berusia 7 hingga 12 tahun dari Panti Asuhan Al-Khairiyah dan Asrama Asuh Dompet Yatim & Dhuafa Cilandak mengikuti Kids Club , sesi pembelajaran interaktif yang dirancang melalui permainan edukatif, aktivitas kreatif, dan pendekatan belajar yang hangat serta menyenangkan. Melalui kegiatan ini, TBI Pondok Indah tidak hanya menghadirkan momen kebersamaan, tetapi juga membuka ruang belajar yang membantu anak-anak membangun keberanian, rasa percaya diri, dan pengalaman positif dalam menggunakan bahasa Inggris sejak dini. Inisiatif ini sekaligus menjadi bagian dari upaya TBI untuk memperluas akses terhadap pembelajaran bahasa Inggris yang berkualitas kepada masyarakat. Ariyani Mawardi , COO USG Education , mengatakan, “Bulan Ramadhan selalu menjadi pengingat bagi kita semua tentang pentingnya berbagi dan memperkuat kepedulian terhadap sesama. Melalui Ramadhan Charity Day ini, kami ingin menghadirkan ruang belajar yang hangat dan inklusif bagi anak-anak, sekaligus menumbuhkan nilai empati dan kebersamaan melalui pengalaman belajar yang menyenangkan.” Head of Campus TBI Pondok Indah, Nayda Usvinouva, mengungkapkan, “Bagi TBI, bulan Ramadhan bukan sekadar perayaan tapi juga tentang kepedulian dan berbagi. Acara ini juga merupakan komitmen TBI Pondok Indah untuk terus berkontribusi dalam dunia pendidikan. Melalui kegiatan Ramadhan Charity Day ini, TBI Pondok Indah ingin berbagi kesempatan belajar yang menyenangkan sekaligus memberikan kebahagiaan untuk teman-teman di panti asuhan. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan inspirasi, menumbuhkan rasa percaya serta membuka kesempatan bagi anak-anak untuk terus belajar dan bermimpi lebih besar.” Kids Club: Belajar, Bermain, dan Berbagi Keceriaan Bersama Sesi Kids Club ini dipandu oleh guru-guru senior yang berpengalaman. Berbagai aktivitas dirancang secara interaktif, mulai dari English Games untuk memperkenalkan kosakata bahasa Inggris, Interactive Learning Session untuk melatih keberanian anak-anak berbicara dalam bahasa Inggris, hingga berbagai ice breaking dan fun activities yang membuat suasana belajar terasa lebih hidup dan menyenangkan. Narendra Wiku Respati, Senior Teacher TBI yang terlibat dalam kegiatan ini, menyampaikan bahwa pendekatan belajar yang ringan dan interaktif dapat membantu anak-anak merasa lebih percaya diri dalam menggunakan bahasa Inggris. “Anak-anak biasanya belajar lebih cepat ketika mereka merasa senang dan nyaman. Melalui kegiatan seperti Kids Club ini, kami ingin menghadirkan suasana belajar yang tidak menegangkan, sehingga mereka berani mencoba berbicara dalam bahasa Inggris tanpa rasa takut. Melihat mereka tertawa, bermain, dan mulai berani menggunakan kosakata baru menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi kami sebagai pengajar,” ujarnya. “Di TBI, kami percaya bahwa belajar bahasa Inggris seharusnya menjadi pengalaman yang menyenangkan. Melalui kegiatan seperti Kids Club ini, kami ingin menunjukkan bahwa belajar bahasa Inggris bisa dilakukan dengan cara yang fun dan interaktif, serta dapat diakses oleh siapa saja, dari berbagai usia dan latar belakang,” tambah Nayda. Selain kegiatan edukatif, acara dilanjutkan dengan berbuka puasa bersama serta pemberian santunan dan bingkisan Ramadhan kepada anak-anak yang hadir. Menumbuhkan Nilai Empati Melalui Pendidikan Kegiatan ini juga mencerminkan penerapan nilai LEARN ( Leadership, Empathy, Agility and Access, Reliability, dan Nurture ) yang menjadi landasan dalam lingkungan belajar di USG Education dan TBI, khususnya nilai Empathy . Melalui interaksi yang hangat dan kegiatan bersama, anak-anak diajak merasakan kebersamaan serta pentingnya saling mendukung di dalam komunitas. Ariyani menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya untuk menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kepedulian sosial. TBI Membuka Akses Pembelajaran Bahasa Inggris yang Inklusif, Berkualitas, dan Bermakna Ramadhan Charity Day menjadi bagian dari komitmen TBI dalam mendukung pendidikan serta pengembangan generasi muda melalui pembelajaran bahasa Inggris yang berkualitas dan bermakna. Tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan bahasa, TBI juga berupaya menghadirkan pengalaman belajar yang membangun kepercayaan diri, mendorong keberanian untuk berkomunikasi, serta menumbuhkan rasa ingin tahu dan kreativitas anak-anak. “Melalui Ramadhan Charity Day ini, TBI Pondok Indah ingin menghadirkan ruang belajar yang inklusif dan penuh kehangatan, di mana anak-anak dapat merasakan bahwa belajar dapat berlangsung dalam suasana yang menyenangkan dan mendukung. Lebih dari sekadar kegiatan berbagi, inisiatif ini diharapkan dapat terus memberikan pengalaman yang berkesan dan bermakna bagi anak-anak yang hadir, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap sesama. Sebagai bagian dari komitmen sosial TBI Pondok Indah, kegiatan ini juga diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk bersama-sama menebarkan kebaikan dan memperluas akses pendidikan yang berdampak,” tutup Nayda.
- The Crown: Suara Emas dari UIC College of Music Menggema di Gedung Kesenian Jakarta
Jakarta, 02 Juli 2025 – Di tengah era digital dan kebangkitan industri kreatif, Indonesia membutuhkan lebih dari sekedar talenta, kita butuh suara yang berani, otentik dan siap bersinar di panggung dunia. Gedung Kesenian Jakarta menjadi saksi lahirnya suara tersebut: Queennara, penyanyi, penulis lagu dan content creator, dalam resital musik bertajuk “The Crown”. Konser ini merupakan bagian dari DVISVARA Annual Recital Series, platform eksklusif bagi mahasiswa UIC College dalam menampilkan pencapaian artisitik dan akademik mereka. Di balik gemerlap panggung dan kemegahan aransemen live string dan brass section, “The Crown” menjadi perwujudan keberanian, elegansi, dan transformasi emosional. Satu-Satunya Pathway Musik Internasional di Indonesia Sebagai bagian dari USG Education, ekosistem pendidikan Internasional terpercaya di Indonesia, UIC College merupakan satu-satunya program pathway musik akademis berstandar internasional. Melalui kurikulum BTEC dari Inggris, siswa dapat menempuh studi 1 (satu) hingga 2 (dua) tahun di Indonesia, sebelum melanjutkan studi ke universitas – universitas terkemuka dunia untuk meraih gelar sarjana. Program Artist Development di UIC College of Music dirancang tidak hanya untuk mengasah keunggulan akademis dan keahlian praktikal, tetapi juga menumbuhkan ide-ide kreatif dan inovatif yang otentik. Ini adalah ruang di mana seniman muda dipersiapkan untuk memperkaya industri musik, baik di dalam maupun luar negeri. “Queennara adalah contoh nyata dari filosofi pendidikan kami: membentuk seniman yang tidak hanya mahir secara teknis, tetapi juga kuat dalam menyuarakan identitas dan nilai personalnya,” ujar Niluh Komang Aimee Sukesna atau biasa dikenal sebagai Aimee, Kepala Kampus USG Education BSD. The Crown: Musik, Jati Diri, dan Transformasi Dalam konser The Crown, Queennara membagikan kisahnya, sebuah perjalanan musikal yang ia racik sendiri selama menempuh studi di UIC College of Music. Bertema Empowerment, Elegance, and Emotional Transformation, konser ini menjadi deklarasi jati diri. “The Crown adalah simbol perjalanan saya sebagai perempuan, seniman, dan individu yang sedang belajar untuk berdiri tegak dengan cerita dan suara sendiri. Ini bukan semata soal status, tetapi tentang keberanian menjadi diri sendiri di dunia yang terus berubah. UIC College bukan hanya memoles saya untuk meraih cita-cita di industri musik, tapi juga membantu mewujudkan impian saya untuk mengembangkan pengetahuan hingga ke luar negeri,” ujar Queennara. Konser ini menjadi puncak pencapaian Queennara selama belajar di UIC College BSD, memperlihatkan dedikasi dan perkembangan artistiknya. Sebelumnya, ia juga memukau publik melalui Junior Recital di ZODIAC Jakarta. Kini dengan skala yang lebih besar, Queennara menggandeng musisi profesional dari band Asian Beat, serta tampil di hadapan tamu-tamu istimewa seperti produser musik, penyanyi, presenter TV, hingga figur publik dan pelaku industri kreatif lainnya. Queennara, musisi muda dengan suara kuat, visi jujur, dan pesan berani, membawakan karya-karya musik pilihan yang mencerminkan perjalanan emosional dan kepekaan artistiknya. Dari soft rock ballads, cinematic pop, hingga alternative R&B, seluruh komposisi dikemas dalam aransemen live yang teatrikal dan menyentuh. Gedung Kesenian Jakarta, dengan keanggunan klasik dan akustik superiornya, menjadi panggung yang ideal untuk pertunjukan ini. Dukungan Penuh dari USG Education “The Crown bukan sekadar konser. Ini adalah cermin potensi besar generasi muda Indonesia di industri kreatif dunia,” ungkap Adhirama G. Tusin, CEO USG Education. “Melalui kurikulum berbasis industri dan pengalaman belajar dunia nyata, UIC College membekali siswa dengan lebih dari sekadar ijazah, kami membentuk karakter dan kesiapan untuk bersaing secara global.” Program-program UIC College memang berfokus pada real-world learning: mulai dari produksi musik, kolaborasi profesional, penciptaan karya orisinal, hingga manajemen diri sebagai artis independen. Semua ini diajarkan langsung oleh para praktisi dan mentor berpengalaman. “Yang membuat recital ini spesial bukan hanya kualitas musiknya, tapi juga keberanian artistiknya. Queennara membuktikan bahwa musik bisa menjadi tempat membagi rasa, ia menyampaikan cerita, emosi, dan refleksi dengan cara yang menyentuh,” ujar Irman F. Saputra, Koordinator Akademik UIC College Musik. Dengan ribuan alumni yang kini berkiprah di berbagai belahan dunia, USG Education terus menjalankan misinya: membuka akses pendidikan internasional yang terjangkau, berkualitas, dan relevan untuk masa depan. Melalui program seperti TBI, UJC, Uniprep, UIC College, dan Unistart, USG Education membangun ekosistem pembelajaran menyeluruh, dari tingkat dasar hingga universitas luar negeri. “Kami di UIC College percaya bahwa pendidikan seni bukan hanya tentang teknik, tapi juga tentang karakter, refleksi diri, dan keberanian mengekspresikan suara personal. Queennara adalah bukti nyata bagaimana siswa kami berkembang menjadi seniman yang otentik dan relevan,” tutup Aimee. Melalui konser seperti The Crown, UIC College of Music menegaskan komitmennya untuk terus melahirkan generasi seniman Indonesia yang siap menginspirasi dunia melalui karya dan karakter. Karena di sinilah semua mimpi besar bermula. It all starts here.
- CAMBRIDGE CELTA: SERTIFIKASI PENGAJAR YANG MAKIN DICARI UTC MEMPERLUAS AKSES PELATIHAN BERSTANDAR INTERNASIONAL DI INDONESIA
Di tengah meningkatnya mobilitas studi dan kerja lintas negara, kemampuan bahasa Inggris bukan lagi sekadar nilai tambah. Yang makin dicari justru kualitas pengajarnya, mereka yang mampu mengajar dengan metode teruji, praktik kelas yang kuat, dan standar yang diakui secara internasional. Di sinilah Cambridge CELTA ( Certificate in Teaching English to Speakers of Other Languages) menjadi pembeda. CELTA bukan sertifikat teori mengajar, melainkan kualifikasi yang menempatkan kompetensi pengajar pada ukuran yang jelas. Keterampilan mengajar nyata di kelas, dinilai secara terstruktur, dan dikawal oleh standar Cambridge. Bukan Sekadar Sertifikasi: CELTA Menguji Kompetensi di Kelas Salah satu kekuatan CELTA adalah pelatihannya yang intensif dan benar-benar berbasis praktik mengajar. Cambridge menjelaskan bahwa program CELTA mencakup minimal 120 jam pembelajaran , yang memadukan teori inti dengan praktik di kelas, termasuk pengalaman mengajar nyata, umpan balik terstruktur dari tutor, serta penilaian melalui praktik mengajar dan tugas tertulis. Dengan struktur seperti ini, peserta tidak hanya belajar ’cara mengajar’, tetapi dibimbing untuk membangun standar mengajar yang jelas dan terukur. Mulai dari merancang pembelajaran yang efektif ( lesson planning yang terarah), mengelola kelas dan dinamika peserta didik, menyampaikan materi dengan lebih jelas dan mudah dipahami, hingga mengembangkan kebiasaan refleksi dan perbaikan berkelanjutan melalui umpan balik rutin dari tutor. Dalam 120 jam tersebut, apa saja yang dipelajari? Secara garis besar, silabus CELTA membekali peserta dengan fondasi pengajaran bahasa Inggris yang relevan untuk konteks kelas nyata. Materinya mencakup pemahaman tentang peserta didik, peran pengajar, proses pembelajaran. Juga termasuk konteks pembelajaran, analisis bahasa dan kesadaran berbahasa, pengembangan empat keterampilan utama (membaca, mendengar, berbicara, dan menulis), perencanaan pembelajaran serta pemanfaatan sumber daya untuk berbagai konteks mengajar, hingga pengembangan keterampilan mengajar dan profesionalisme secara berkelanjutan. Untuk format intensif, Cambridge juga menekankan beban belajar yang realistis. Selain jam kursus, peserta umumnya perlu menyiapkan waktu tambahan untuk persiapan dan belajar mandiri ( self-study ) , sehingga pengalaman belajarnya benar-benar mengubah cara mengajar, bukan sekadar selesai kelas. Kenapa CELTA Bernilai Tinggi di Pasar Kerja Global Yang membuat CELTA semakin relevan adalah fakta bahwa banyak pemberi kerja menggunakannya sebagai patokan kualitas minimum pengajar. Dalam rilis resmi Cambridge English tanggal 20 Januari 2026, Cambridge melaporkan hasil studi terhadap 200 iklan lowongan pengajaran bahasa Inggris ( English Language Teaching/ELT ) di 41 negara (periode posting Januari–September 2025). Hasilnya: CELTA diminta pada 63,5% iklan secara global. Hal ini menegaskan bahwa CELTA merupakan salah satu kualifikasi yang paling sering dicantumkan dan menjadi rujukan kuat di pasar kerja internasional. Cambridge juga menyoroti bahwa meningkatnya kebutuhan pelatihan guru ELT dipengaruhi oleh permintaan yang besar dan kebutuhan solusi yang lebih fleksibel (termasuk pembelajaran digital). Intinya, CELTA bukan tren, tetapi respon terhadap kebutuhan nyata di industri, kualitas pengajar yang siap mengajar, lintas konteks dan lintas negara. UTC: Membawa Standar CELTA ke Indonesia Di Indonesia, program CELTA diselenggarakan oleh UniSadhuGuna Testing Centre (UTC) , centre resmi Cambridge English yang berlisensi untuk menyelenggarakan CELTA. UTC yang merupakan bagian dari ekosistem USG Education telah berpengalaman menyelenggarakan CELTA baik secara luring (tatap muka) maupun daring ( online), sehingga aksesnya lebih luas untuk calon pengajar dari berbagai kota. Sejak berdiri pada tahun 2005, UTC berkomitmen mendukung peningkatan kualitas pendidikan melalui layanan ujian dan sertifikasi berstandar tinggi, mendampingi siswa, tenaga pendidik, dan profesional meraih kredensial global. Adhirama G. Tusin, CEO USG Education, menyampaikan, “Kami melihat CELTA bukan sekadar sertifikasi, tetapi fondasi profesional bagi para pengajar bahasa Inggris untuk membangun kompetensi, standar pengajaran, dan daya saing internasional. Inisiatif ini sejalan dengan komitmen kami dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui jalur pendidikan dan sertifikasi global,” ujarnya. Menurut Deddy Mulyadi , Manager UTC, program ini menekankan praktik langsung dan refleksi berkelanjutan. “CELTA tidak hanya membahas teori mengajar, tetapi melatih peserta menghadapi situasi kelas yang nyata. Peserta mendapatkan umpan balik yang terstruktur, praktik mengajar langsung dengan peserta didik, serta pendampingan tutor berpengalaman. Karena itu, lulusannya umumnya lebih siap, percaya diri, dan adaptif saat mengajar di berbagai konteks pembelajaran,” tuturnya. Deddy menambahkan, “Pada akhirnya, CELTA membantu pengajar naik level, bukan hanya pada teknik, tetapi pada cara berpikir profesional di kelas.” Nilai Tambah CELTA bagi Kompetensi dan Karier Pengajar Bagi banyak pengajar, nilai CELTA tidak berhenti pada sertifikat. Program ini memberi pelatihan yang sistematis, intensif, dan mendalam, sekaligus membangun keterampilan baru yang meningkatkan kepercayaan diri saat mengajar. Karena pengakuannya bersifat internasional, CELTA juga membuka peluang karier yang lebih luas, termasuk kesempatan mengajar di berbagai negara dan memperkuat jenjang karier secara signifikan. Nilai CELTA paling terasa ketika peserta kembali ke kelas, karena yang dibentuk adalah kebiasaan profesional: planning , eksekusi, refleksi, dan perbaikan berkelanjutan. Pengalaman positif tersebut juga dirasakan oleh para alumni CELTA. Asri Nurul Qodri, peserta yang melanjutkan studi Linguistics di Arizona State University, Tempe, Amerika Serikat, mengungkapkan, “Saya memandang CELTA sebagai salah satu pelatihan inti yang sangat penting bagi mereka yang ingin memulai karier di bidang ESL/EFL. Teknik pengajaran dan pengetahuan yang saya dapatkan berkontribusi besar terhadap filosofi mengajar saya dan kemampuan saya dalam menghadapi berbagai situasi kelas.” Famiya, pengajar di Ruangguru, turut membagikan pengalamannya setelah mengikuti CELTA. “Saya benar-benar merasakan perkembangan pada keterampilan mengajar saya. Kini saya memahami cara membuat pelajaran lebih mudah dipahami oleh murid. Umpan balik yang diberikan saat pelatihan CELTA sangat tajam dan informatif, dan itu sangat membantu saya dalam memperbaiki teknik mengajar,” ujarnya. Testimoni seperti ini menegaskan bahwa CELTA memberi pengajar struktur dan standar, bukan hanya motivasi. Siapa yang Cocok Mengambil CELTA CELTA terbuka bagi mereka yang sudah mengajar maupun yang baru memulai, selama memenuhi kualifikasi. Secara umum, Cambridge menetapkan minimum usia 18 tahun ke atas , standar pendidikan setara persyaratan masuk perguruan tinggi, serta kemampuan bahasa Inggris di level high C1 atau lebih. UTC juga mensyaratkan kesiapan ini untuk memastikan peserta mampu mengikuti program yang intensif. Jadwal CELTA 2026 di UTC Pada tahun 2026, UTC menjadwalkan beberapa periode kelas, baik luring maupun daring. Kelas luring format intensif tersedia pada 10 April–8 Mei 2026 dan 19 Juni–17 Juli 2026 . Sementara itu, kelas daring format paruh waktu tersedia pada 1 Agustus–4 Oktober 2026 serta 10 Oktober–13 Desember 2026 . Cara Pendaftaran Calon peserta dapat mendaftar dengan mengisi formulir aplikasi dan mengirimkannya ke UTC. Formulir akan ditinjau oleh tutor CELTA. Kandidat yang lolos seleksi administrasi akan mengikuti tahap wawancara. Setelah dinyatakan lulus, peserta dapat melakukan pembayaran dan mulai mengikuti pelatihan sesuai jadwal kelas yang dipilih. Sebagai bagian dari ekosistem USG Education, UTC terus memperkuat perannya dalam mendukung pengembangan tenaga pendidik Indonesia agar mampu bersaing di tingkat global. Melalui penyelenggaraan CELTA dan berbagai kualifikasi internasional lainnya, UTC berkomitmen menjadi mitra strategis dalam peningkatan kualitas pendidikan dan profesionalisme pengajar Bahasa Inggris di Indonesia. Informasi lebih lanjut mengenai program CELTA dapat diperoleh dengan menghubungi UniSadhuGuna Testing Centre (UTC) melalui telepon (021) 227 698 24 / 25, WhatsApp 0813 8929 3535, atau email info@utc-usg.com .
- Dari Indonesia ke Dunia: USG Education Perkuat Ekosistem Jalur Studi Internasional bagi Pelajar Indonesia
Kelulusan mahasiswa UIC College BTEC dan UIC-UTS College menegaskan komitmen USG Education membangun transisi studi internasional yang terukur: akademik, karakter, dan kesiapan mental. It all starts here. Dari kelas di Indonesia menuju ritme kampus internasional, ada satu fase yang sering menentukan: transisi. Transisi dari sistem belajar yang familiar menuju lingkungan akademik yang menuntut kemandirian, kecepatan adaptasi serta standar berpikir kritis yang lebih tinggi. Melalui momen kelulusan hari ini, USG Education menegaskan komitmennya membangun jalur studi yang terukur, dengan standar akademik, karakter dan kesiapan mental yang holistik. Bertempat di Soehanna Hall, the Energy Building SCBD, UIC College, bagian dari ekosistem pendidikan USG Education, melepas 37 mahasiswa dari program UIC College BTEC dan UIC – UTS College. Bagi para lulusan, kelulusan ini bukan sekedar seremoni, melainkan penanda langkah, dari target yang dulu terasa jauh menuju tahap berikutnya yang kini semakin nyata. Studi Internasional Butuh Kompetensi Mumpuni Minat pelajar Indonesia untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri terus menunjukkan tren positif. Studi internasional dinilai mampu membuka akses terhadap kualitas pendidikan global, memperluas wawasan lintas budaya, serta membekali siswa dengan kompetensi akademik dan non-akademik yang relevan. Namun, banyak perjalanan studi berhenti bukan hanya karena ‘kurang tepat’, melainkan karena kurang siap menghadapi sistem baru. Mahasiswa yang melanjutkan studi ke luar negeri kerap menghadapi perubahan besar: cara dosen mengajar, cara tugas dinilai, kecepatan ritme perkuliahan, budaya diskusi, sampai cara menyusun argumen dalam tulisan akademik. Tanpa pendampingan yang tepat, transisi ini bisa terasa mengagetkan dan mempengaruhi performa belajar. Di titik inilah, ekosistem pendidikan yang terintegrasi menjadi pembeda. Bukan hanya mempersiapkan siswa secara akademik, tapi juga membentuk kebiasaan belajar, daya tahan mental dan pola pikir global yang dibutuhkan untuk bertahan dan bertumbuh. Ekosistem Terintegrasi: Menghubungkan Persiapan, Transisi hingga Outcome. Di era hari ini, standar akademik saja tidak cukup. Karena itu, USG Education membekali para siswa dengan keterampilan masa depan, mulai dari i nnovation and creativity mindset, problem solving, digital savvy, communication and networking skills, cultural diversity skills, dan entrepreneurial mindset. USG Education memiliki posisi sebagai ekosistem pendidikan terintegrasi. Bukan sekedar penyedia program, melainkan semua sistem yang menghubungkan tahapan – tahapan krusial perjalanan siswa, dari persiapan hingga outcome. CEO USG Education, Adhirama G. Tusin, mengungkapkan, “Di USG Education, kami membangun sebuah ekosistem pendidikan yang saling terhubung. Mulai dari persiapan akademik, pengembangan kompetensi, hingga jalur menuju universitas dan karier internasional.” USG Education juga telah memperkuat ekosistemnya melalui USG Education Incubation Program Sebagai support system untuk memberdayakan siswa, alumni dan komunitas, agar perjalanan studi mereka tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga bertumbuh dalam karakter, pengalaman, dan kontribusi nyata, melalui: ● Pelatihan praktikal & project-based learning (berpikir kritis, komunikasi, problem solving, dan cara kerja di industri). ● Program magang & experiential projects (portofolio, leadership , jam terbang didukung pendampingan langsung dari para pelaku industri sebagai mentor dan industry partners ) ● Business Club & innovation community (jejaring lintas program, melatih kepemimpinan, eksekusi ide, dan inisiatif) ● Start Up & Community Empowerment (kolaborasi dengan pelaku industri/UMKM untuk dampak nyata) UIC College BTEC & UIC - UTS College: Jalur Terukur Menuju Universitas Internasional. Dua program yang menjadi sorotan kelulusan kali ini adalah UIC College BTEC dan UIC – UTS College. Jalur unggulan yang dirancang untuk memastikan transisi mahasiswa Indonesia ke sistem pendidikan ke luar negeri berjalan lebih mulus. UIC College BTEC menerapkan kurikulum Pearson-Edexcel (Inggris) dengan pendekatan real world learning & industry based curriculum. Mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga dibiasakan memahami konteks industri. Belajar dari praktisi dan mengerjakan tugas yang relevan dengan industri. Sementara itu, UIC - UTS College merupakan jalur langsung menuju University of Technology Sydney (UTS) , salah satu universitas terkemuka di Australia. Kurikulum pathway dirancang untuk mempersiapkan mahasiswa melanjutkan studi ke tahun kedua hingga meraih gelar sarjana S1 di UTS, Australia, secara mulus. Kedua program ini menekankan penguatan kemampuan akademik, keterampilan berpikir kritis, serta kesiapan mahasiswa dalam menghadapi sistem pembelajaran universitas internasional. Di titik ini, kelulusan menjadi semacam panggung pembuktian. Ketika siswa mendapatkan jalur yang tepat dan pendampingan yang konsisten, mimpi menuju universitas terkemuka bukan lagi wacana. Kelulusan sebagai Bukti. Bukan Hanya Akademik, tapi Holistik. Adhirama menegaskan bahwa momen kelulusan ini menjadi bukti bahwa dengan dukungan ekosistem yang tepat dari USG Education, generasi muda Indonesia mampu melangkah percaya diri ke panggung dunia. “Momen kelulusan ini menjadi titik transisi penting bagi para lulusan, dari ruang kelas menuju tantangan dunia nyata dan pendidikan global. Di USG Education, kami tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga pada proses pendampingan yang membentuk karakter, ketangguhan, dan kesiapan mental siswa. Kami percaya bahwa lulusan yang siap secara holistik akan lebih mampu beradaptasi dan bertumbuh di lingkungan global yang dinamis,” ujar Adhirama. Komitmen yang sama ditegaskan oleh CEO UTS College, Morwenna Shahani, yang menyampaikan kebanggaannya atas lulusan yang telah dipersiapkan dengan pola pikiran global. Bukan semata nilai akademik. “Kami bangga melihat para lulusan hari ini beserta pencapaian yang telah mereka raih. Melalui kerja keras yang konsisten, didukung oleh dedikasi penuh para staf UIC–UTS College, para siswa telah dipersiapkan secara matang untuk menghadapi masa depan global—tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga dalam pembentukan karakter dan pola pikir. Kami meyakini bekal ini akan mengantarkan mereka meraih kesuksesan dalam melanjutkan studi di UTS, Australia, sekaligus membuka berbagai peluang di masa depan,” ujar Morwenna. Kelulusan Januari ini merupakan momen kelulusan pertama USG Education di tahun 2026 , yang akan diikuti oleh kelulusan berikutnya secara berkala sepanjang tahun, selaras dengan periodik intake program internasional. Ariyani Marwadi , COO USG Education, menambahkan “Kelulusan Januari ini menjadi pembuka rangkaian kelulusan USG Education sepanjang 2026, yang akan berlangsung secara periodik mengikuti intake program internasional. Setiap kelulusan adalah penanda progres. Bukan hanya capaian akademik, tetapi kesiapan siswa untuk melangkah ke tahap berikutnya dalam jalur studi internasional mereka,” ujar Ariyani. Para lulusan berasal dari berbagai jurusan, mencerminkan keberagaman jalur pendidikan yang ditawarkan, seperti Business, Sound Design, Engineering , dan Information Technology (IT) . Alumni, Prestasi dan Percaya Diri yang Terbentuk. Salah satu cara paling kuat membaca kesiapan internasional adalah melalui cerita yang bisa diverifikasi. Alumni yang telah melanjutkan, telah beradaptasi, dan berkontribusi di industri dengan standar tinggi. Dalam kelulusan ini, Ivan Chaniago Putra, alumni program UIC-UTS College, Engineering (2017) dan lulusan UTS, Australia, Bachelor of Engineering in Mechanical Engineering (2019) membagikan pengalamannya. Saat ini Ivan bekerja sebagai Account Manager at Huawei Tech Investment Indonesia. “Program UIC-UTS College merupakan program yang istimewa bagi siswa Indonesia. Sebagai alumni UIC–UTS College, saya merasakan betul bagaimana program ini menjadi fondasi penting dalam perjalanan akademik dan profesional saya. Program ini membantu saya beradaptasi dengan kehidupan universitas dan memberi gambaran nyata tentang seperti apa kuliah di UTS—mulai dari perbedaan budaya, belajar mandiri, hingga gaya belajar yang lebih praktis dan dekat dengan dunia nyata,” ujar Ivan. Kisah lain datang dari Clarice Aurelia Jo, lulusan UIC-UTS College jurusan Business yang meraih predikat Best Student dengan capaian GPA 6,8 dari 7. Sebuah pencapaian yang menggambarkan kesiapan akademik dan konsistensi yang matang. “Menjadi bagian dari UIC-UTS College adalah pengalaman yang sangat berarti bagi saya. Proses pembelajaran di sini tidak hanya menantang secara akademik, tetapi juga mengasah kepercayaan diri, kepemimpinan, kerja sama, dan tanggung jawab yang membentuk kami sebagai individu. Penghargaan yang saya raih pada kelulusan ini bukan hanya tentang pencapaian akademik, tetapi tentang bertumbuh bersama, saling menguatkan, dan berani melangkah ke masa depan,” ujar Clarice. Predikat Best Student juga berhasil diraih oleh Kenzo Hausen (UIC - UTS College jurusan Engineering) dan Sebastian Donato Arifin (UIC - UTS College jurusan Information Technology). Dibalik angka GPA dan predikat, yang paling penting adalah satu perubahan yang sering luput terlihat. Kepercayaan diri yang lahir dari proses. Ketika siswa tahu bagaimana belajar, tahu bagaimana berpikir dan tahu bagaimana merespon tantangan. LEARN Framework dan Noble Scholar Standard Di USG Education, kesiapan global ini dibentuk oleh nilai, yang terlihat dalam kebiasaan, cara belajar, cara menghadapi tekanan dan cara membawa diri dalam lingkungan baru. Nilai tersebut dirangkum dalam LEARN Framework (Leadership, Empathy, Agility & Access, Reliability & Nurture) serta standar Noble Scholar yang menjadi fondasi pendampingan siswa. Selama lebih dari 30 tahun, USG Education telah menghadirkan program akademik berstandar internasional yang melengkapi. Di dalamnya ada enam unit bisnis yang terintegrasi: ● The British Institute (TBI) (berdiri 1984) mendampingi siswa dari anak – anak hingga profesional untuk membangun kepercayaan diri dan kefasihan berbahasa Inggris, dengan pendekatan pembelajaran yang aplikatif dan relevan. ● UniSadhuGuna Testing Centre (UTC) (berdiri 2005) satu – satunya penyelenggara ICAS School Competition di Indonesia. UTC juga dipercaya sebagai salah satu penyelenggara berbagai ujian internasional yang diakui dunia, termasuk Cambridge English Qualifications, Linguaskill terbaru, IELTS TM dan TOEFL ITP Ⓡ . UTC juga menyediakan kualifikasi pengajaran bahasa Inggris berstandar internasional, seperti Cambridge CELTA, Cambridge DELTA, dan Cambridge TKT, yang menunjukkan kompetensi dan pencapaian seorang pengajar. ● Uniprep Junior College (UJC) (sejak 2013) merupakan program setara Sekolah Menengah Atas dengan kualifikasi Internasional GCSE Pearson Edexcel dan BTEC Level 2 sebagai jalur menuju Uniprep atau UIC College. ● Uniprep (sejak 1994) menghadirkan Foundation Studies yang berasal dari UNSW College selama 9 bulan menuju studi sarjana di UNSW (the University of New South Wales) maupun universitas terkemuka lainnya. ● USG International College (UIC College) (sejak 2006) menghadirkan program Pearson BTEC HND & HNC (Inggris), jalur UIC - UTS College (Australia), serta American Degree Transfer Program (ADTP). Melalui program University Pathway dan Fast Track siswa dapat menghemat biaya pendidikan kuliah di luar negeri hingga 70%. ● Unistart (sejak 1994) layanan konsultasi studi luar negeri, termasuk informasi universitas, termasuk pengurusan visa, persiapan pre-departure dan lain-lain. Hingga kini Unistart telah membantu ribuan siswa melanjutkan studi ke universitas terkemuka di berbagai negara. Secara keseluruhan, hingga saat ini USG Education telah meluluskan lebih dari 5000 siswa / i yang kini tersebar di dalam dan luar negeri serta berperan aktif di berbagai sektor industri. Bagi USG Education masa depan tidak ditunggu. Masa depan disiapkan dengan nilai nyata, sistem teruji dan ekosistem yang saling terhubung. It all starts here.
- Ketika Warisan Lampung Menjadi “Living Treasure”, UIC Creative Showcase 2026 Menjembatani Budaya, Talenta Muda, dan UMKM
Di satu sisi ruangan, karya busana terinspirasi simbol Lampung tampil dalam peragaan. Di sisi lain, instalasi visual dan pameran desain membangun narasi tentang alam dan budaya Lampung melalui pendekatan kontemporer. Dari sudut yang berbeda, bunyi instrumen tradisional Lampung seperti serdam, talo balak, hingga gamolan pekhing diolah menjadi gagasan sound of healing , sementara tim teknologi memperkenalkan konsep platform digital untuk memperluas akses pasar produk kriya. Inilah wajah UIC Creative Showcase 2026 , program tahunan yang diselenggarakan UIC College (bagian dari ekosistem USG Education) melalui kolaborasi bersama Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Lampung , dengan dukungan Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif . Mengusung payung pesan “Advancing Lampung’s Heritage and Its Living Treasure” , showcase ini menempatkan warisan budaya bukan sebagai artefak masa lalu, melainkan warisan yang hidup , yang dapat diolah menjadi nilai tambah ekonomi melalui produk, desain, strategi, kampanye, hingga pengalaman kreatif. Showcase ini merupakan puncak rangkaian program yang diawali melalui Study Week ke Lampung (22–25 November 2025) . Dalam fase tersebut, para siswa melakukan riset lapangan untuk memahami akar budaya, konteks sosial, serta potensi kriya dan UMKM lokal melalui Dekranasda Provinsi Lampung. Hasil riset kemudian diterjemahkan menjadi karya lintas disiplin yang dipresentasikan kepada publik, mitra, dan pemangku kepentingan pada puncak acara ini. UIC College sendiri berfokus pada pengembangan talenta muda melalui pembelajaran berbasis industri dan kebutuhan sosial. Pendekatan ini bukan hanya mempersiapkan siswa untuk melanjutkan studi ke jenjang sarjana (S1) di luar negeri, tetapi juga membekali mereka dengan soft skills yang relevan, mulai dari cara membaca konteks, menguji ide, hingga menyusun solusi yang aplikatif. Komitmen USG Education: Pendidikan yang Tidak Berhenti di Konsep CEO USG Education, Adhirama G. Tusin , menegaskan bahwa UIC Creative Showcase dirancang untuk mengintegrasikan pendidikan dengan penguatan budaya dan dampak sosial-ekonomi melalui model kolaborasi lintas pihak. Menurutnya, karya kreatif perlu dibangun melalui proses yang nyata, bukan sekadar tugas akademik, agar menghasilkan output yang relevan bagi masyarakat dan ekosistem daerah. “ UIC Creative Showcase dibangun di atas model kolaborasi yang saling menguatkan. Kolaborasi ini memastikan proses kreatif mahasiswa UIC College tidak berhenti di konsep, tetapi diwujudkan dalam solusi nyata untuk UMKM dan pelestarian budaya Lampung. Dari eksplorasi lapangan hingga showcase karya, pendidikan yang ‘hidup’ ini membekali mereka strategi bisnis, branding, dan kampanye yang aplikatif, sekaligus menciptakan dampak nyata dan keberlanjutan bagi talenta dan budaya lokal, ” ujar Adhirama. Ia menambahkan bahwa UIC College sebagai bagian dari USG Education menempatkan project-based learning sebagai metode utama, agar mahasiswa terbiasa membaca konteks, menguji ide, dan mempresentasikan solusi yang bisa dipakai. Heritage adalah Masa Depan yang Hidup Bagi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif, cara memandang heritage akan menentukan daya saing ekonomi kreatif berbasis budaya. Neli Yana, Direktur Kriya pada Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif , menegaskan bahwa bahwa warisan budaya perlu terus dihidupkan agar tetap relevan dan bermartabat, serta memiliki nilai tambah ekonomi. “Bagi kami, warisan budaya adalah modal strategis ekonomi kreatif yang harus terus dihidupkan, bukan hanya dilestarikan. Melalui kolaborasi seperti UIC Creative Showcase, kami mendorong agar kekayaan budaya daerah dapat diolah secara kreatif oleh generasi muda menjadi produk, gagasan, dan model bisnis yang relevan dengan pasar, tanpa kehilangan nilai dan identitas budayanya,” demikian disampaikan Neli Yana. Neli juga menekankan bahwa keberlanjutan karya kreatif membutuhkan “jalan lanjut”, bukan berhenti pada selebrasi. “ Kami mendorong agar karya-karya seperti ini punya market dan jalur yang jelas: melalui kualitas dan kurasi, penguatan desain dan storytelling, akses promosi dan pasar, serta peluang kolaborasi dengan UMKM dan pemerintah daerah. Di situlah karya anak muda benar-benar bertemu kebutuhan pasar dan bisa berkelanjutan, ” lanjutnya. Keterlibatan talenta muda sebagai jembatan antara tradisi dan cara komunikasi yang dekat dengan generasi hari ini merupakan satu hal penting. Karena ketika anak muda ikut terlibat, heritage tidak berhenti sebagai simbol. Ia menjadi inspirasi karya, inovasi, dan peluang yang menguatkan ekosistem kriya dan ekonomi kreatif Lampung secara berkelanjutan. Suara Daerah: Inspirasi UMKM Lampung Bagi Lampung, keterlibatan talenta muda menjadi jembatan penting antara tradisi dan cara komunikasi yang dekat dengan generasi hari ini, agar warisan tidak berhenti sebagai simbol, tetapi menjadi inspirasi karya, inovasi, dan peluang ekonomi. Ibu Gubernur Provinsi Lampung sekaligus Ketua Dekranasda Provinsi Lampung, Hj. Purnama Wulan Sari Mirza , menilai kolaborasi dengan institusi pendidikan dan pemerintah pusat menjadi kunci agar kriya Lampung tidak hanya dikenal, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi masyarakat. “Kami ingin warisan budaya Lampung terus hidup dan memberi nilai tambah nyata bagi masyarakat. Kolaborasi dengan UIC College dan dukungan Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif membuka ruang bagi UMKM Lampung untuk naik kelas, mulai dari penguatan desain, narasi, hingga akses promosi dan pasar—dengan tetap menjaga nilai budaya sebagai identitas daerah,” ujar Purnama Wulan Sari Mirza. Dari Lapangan hingga Panggung: Pengalaman Belajar yang Membumi Yang membedakan UIC Creative Showcase dengan pameran kampus pada umumnya adalah prosesnya. Program ini diawali dengan fase riset lapangan yang membuat para siswa melihat budaya bukan sebagai “tema”, tetapi sebagai realitas yang memiliki aktor, ekosistem, serta tantangan. Dalam rangkaian tersebut, para siswa berinteraksi dengan pelaku UMKM, mengikuti workshop, dan melakukan eksplorasi konteks budaya serta pariwisata. Rangkaian kunjungan juga mencakup destinasi seperti Taman Nasional Way Kambas (Lampung Timur) dan kawasan pantai di Kabupaten Pesawaran, yang menjadi bagian dari pemahaman konteks daerah secara menyeluruh. Puncak rangkaian program digelar pada Selasa, 3 Februari 2026 di USG Education BSD Campus, Tangerang, Banten, sebagai panggung presentasi output karya dan gagasan mahasiswa lintas jurusan. Yang ditampilkan tidak hanya “bagus dilihat”, tetapi dituntut untuk menjawab pertanyaan yang lebih berat: karya ini menyelesaikan masalah apa, dan berdampak untuk siapa? Ariyani Mawardi, COO USG Education menekankan bahwa kekuatan program ini ada pada proses belajar di lapangan, bukan hanya produksi karya di kelas. “Para siswa memiliki kesempatan untuk belajar langsung dari para pelaku UMKM di Provinsi Lampung melalui berbagai workshop yang diselenggarakan di Dekranasda Provinsi Lampung dalam rangkaian Study Week Lampung 2025. Program ini dirancang agar generasi muda mengenal lebih dekat kerajinan dan pariwisata Lampung, sekaligus memahami bagaimana nilai tradisional dapat tetap hidup dan relevan di era modern,” ujar Ariyani. UIC Creative Showcase menjadi ruang pembuktian bahwa karya generasi muda dapat membawa pesan strategis, bahwa warisan budaya perlu dijaga, sekaligus dikemas agar mudah dipahami generasi masa kini tanpa mengorbankan nilai aslinya. Highlight Karya Lintas Jurusan: Karya yang Punya Konteks dan Fungsi Sebagai puncak rangkaian program, UIC Creative Showcase 2026 menampilkan karya dan proyek lintas disiplin yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memiliki konteks dan fungsi untuk penguatan UMKM serta promosi budaya Lampung, antara lain: Jurusan Business menampilkan strategi promosi dan penjualan kreatif, termasuk pengembangan konsep merchandise yang mengikuti tren pasar sebagai inspirasi bagi UMKM Lampung. Jurusan Fashion menghadirkan karya busana terinspirasi kain serta simbol khas Lampung melalui peragaan busana. Jurusan Computing mengembangkan platform e-commerce untuk galeri Dekranasda Provinsi Lampung guna memperluas jangkauan pasar secara digital. Jurusan Audio Music Production berkolaborasi dengan Computing untuk mengembangkan aplikasi streaming bekerja sama dengan Alun App, platform musik untuk healing atau music therapy yang terinspirasi alat musik tradisional Lampung seperti Serdam, Talo Balak, dan Gamolan Pekhing . Mahasiswa juga menghadirkan karya lagu terinspirasi puisi sastrawan Lampung, Udo Z. Karzi . Jurusan Design menyelenggarakan pameran seni (art exhibition) terinspirasi elemen visual, budaya, dan kekayaan alam Lampung melalui pendekatan desain kontemporer. Acara UIC Creative Showcase ini didukung oleh para juri yang berasal dari: Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif: Neli Yana, S.Sos, M.Si (Direktur Kriya), Benedictus Permadi, S.Ds., M.M. (Kepala Subdirektorat Pemasaran dan Komersialisasi Kriya), dan Yanuar Arief, S.E. (Ketua Pokja Arsitektur dan Desain Interior, Direktorat Arsitektur dan Desain) Dekranasda Provinsi Lampung: Ratih Puspa Sari (Wakil Sekretaris Dekranasda Provinsi Lampung), Dendy Mashuri, S.H., M.A., M.P.P. (Sekretaris Dekranasda Provinsi Lampung), Dra. Heni Astuti, M. IP (Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung), dan Hayudian Utomo, S.Sos., M.M. (Kepala Bidang Pengawasan, Kerjasama dan Pembangunan Sumberdaya Industri pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung). Fashion designer: Rinda Salmun dan Yosafat Dwi Kurniawan Asosiasi Desainer Grafis Indonesia (ADGI): Andre Aditya Manggala dan Christa Linggar Pada akhirnya, yang ingin dibuktikan program ini sederhana: ketika pendidikan bertemu proyek nyata, talenta muda tidak hanya membangun portofolio, mereka ikut membangun ekosistem. Dan ketika heritage diperlakukan sebagai masa depan yang hidup, Indonesia tidak kehilangan identitas saat bergerak maju. It all starts here.
- ICAS 2025 MEDAL PRESENTATION CEREMONY 72 SISWA TERBAIK INDONESIA RAIH MEDALI EMAS ICAS 2025
UTC, satu-satunya penyelenggara resmi ICAS Competition di Indonesia, gelar Medal Presentation Ceremony di Perpustakaan Nasional RI Prestasi siswa Indonesia di panggung asesmen international kembali menguat. Sebanyak 72 siswa Indonesia dari jenjang SD hingga SMA meraih total 77 medali emas dalam kegiatan ICAS Competition 2025 , sebuah ajang kompetisi berkaliber internasional. Pencapaikan ini diapresiasi melalui ICAS 2025 Medal Presentation Ceremony (MPC) yang diselenggarakan oleh UniSadhuGuna Testing Center (UTC) , sebagai bagian dari USG Education, di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Sebagai satu – satunya perwakilan resmi (authorized organizer) ICAS Competition di Indonesia , UTC memastikan penyelenggaraan ICAS berlangsung sesuai standar internasional, mulai dari pendampingan registrasi sekolah, pelaksanaan asesmen, hingga pemanfaatan laporan diagnostik yang membantu sekolah memperkuat kualitas pembelajaran berbasis data dan kompetensi. Selain dihadiri oleh siswa dan sekolah terbaik dari seluruh Nusantara, serta para guru dan orang tua, kegiatan ini setiap tahunnya juga dihadiri oleh perwakilan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi serta Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) yang secara langsung menyaksikan capaian para siswa dan sekolah peserta. Mendorong Ekosistem Pendidikan Berbasis Kompetensi CEO USG Education, Adhirama G. Tusin , menyampaikan bahwa ICAS tidak sekedar kompetisi, melainkan ruang pembelajaran yang melatihan kemampuan berpikir tingkat tinggi, kompetensi yang semakin dibutuhkan untuk menghadapi tantangan masa depan. “Melalui ICAS, kami ingin mendorong lahirnya ekosistem pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada nilai, tetapi pada pemetaan potensi dan penguatan kompetensi siswa. Keberhasilan sejumlah siswa meraih lebih dari satu medali menjadi bukti bahwa melalui pendekatan yang tepat, siswa Indonesia mampu bersaing di tingkat internasional,” ujar Adhirama. Peningkatan Prestasi yang Membanggakan Manager UniSadhuGuna Testing Centre (UTC), Deddy Mulyadi menyampaikan bahwa tren peningkatan terlihat tidak hanya dari jumlah peserta, tetapi juga dari capaian prestasi di berbagai bidang studi. “Tahun ini terjadi peningkatan capaian medali emas, terutama pada bidang Mathematics dan Science. Ini menunjukkan semakin kuatnya kemampuan Higher Order Thinking Skills (HOTS) peserta. Kami ingin ICAS terus menjadi ruang latihan penalaran, pemecahan masalah, serta berpikir logis, kritis, dan kreatif,” jelas Deddy. Sementara itu, Director of Admissions, Recruitment Marketing USG Education, Niluh Komang Aimee Tirta Widiani Sukesna, BA, MBA, menekankan bahwa hasil ICAS tahun 2025 merupakan satu bukti nyata, bahwa siswa Indonesia mampu bersaing di kancah internasional. Ia juga menyoroti manfaat ICAS bagi sekolah melalui peta kemampuan yang jelas untuk mendukung pengembangan pembelajaran ke depan. “Kami berharap melalui ICAS, sekolah dan siswa dapat mengenali kekuatan serta area pengembangan pada setiap bidang studi. Hal Ini dapat menjadi dasar dalam menyusun metode pembelajaran yang lebih relevan, personal, dan selaras dengan standar internasional, sehingga siswa dapat terus bertumbuh dan berkembang,” ungkap Aimee. ICAS: Kompetisi Berkaliber Internasional ICAS merupakan tes pengukuran kemampuan dasar berbasis HOTS (High Order Thinking Skills) untuk para siswa kelas 3 SD hingga 3 SMA (Year 3-Year 11) dengan elemen kompetisi bertaraf internasional. Bidang yang diukur meliputi English, Mathematics, Science, Digital Technologies, Spelling Bee dan Writing. Selain sertifikat dan medali, ICAS menyediakan laporan individu dan laporan sekolah yang membantu sekolah memetakan capaian siswa secara terukur, sebagai masukan untuk strategi belajar-mengajar dan penguatan kualitas akademik. Secara global, ICAS dikenal sebagai salah satu kompetisi akademik internasional yang prestisius dan menjadi rujukan benchmarking bagi banyak sekolah unggulan. Sejak 1981, ICAS telah diikuti lebih dari 10 juta siswa dari 16.000 sekolah di 41 negara. Pada tahun 2025, tercatat 126 sekolah dari jenjang SD hingga SMA di berbagai wilayah Indonesia berpartisipasi dengan total 12.030 siswa. Selama lebih dari 15 tahun, UTC secara konsisten menyelenggarakan ICAS di Indonesia. Sejak 2022, pelaksanaannya diperkuat melalui sistem pelaksanaan berbasis teknologi oleh Janison (perusahaan penyedia teknologi pendidikan dan pengujian yang berbasis di Australia), serta dukungan dari University of Sydney. Aufan Ahmad Mumtaza (SMA Al Irsyad Satya Islamic School) merupakan salah satu peraih dua medali emas sekaligus di mata pelajaran Matematika dan Sains pada ICAS 2025. “Mengikuti ICAS selama enam tahun menjadi pengalaman berharga yang mendorong saya untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan. Kompetisi ini tidak hanya menguji kemampuan akademik, tetapi juga memotivasi saya untuk berpikir kritis dan berkembang. Saya berharap ICAS terus menghadirkan tantangan baru yang bermanfaat, memberikan kesempatan bagi lebih banyak siswa berprestasi di tingkat internasional,” ujar Aufan. Sementara itu, Keira Waluyo Lin (Bina Bangsa School) meraih medali emas ICAS pertamanya di bidang English. “Saya terkejut sekaligus bangga dapat meraih medali emas ICAS pertama saya tahun ini. Bagi saya, persiapan sangat penting. Pengalaman mengikuti ICAS serta latihan SAT membantu saya memahami struktur ujian dengan baik. ICAS sangat berarti bagi rencana saya melanjutkan studi ke Australia, karena mampu memperkuat profil akademik saya,” ujar Keira. Kategori Best High-Achieving School in Outstanding Participation tahun ini diraih oleh BINUS School Bekasi. Koordinator ICAS dari BINUS School Bekasi, Sherry Astari menyampaikan apresiasi atas dedikasi siswa dan dukungan sekolah. “Kami telah berpartisipasi dalam ICAS selama beberapa tahun, dan tahun ini kami merasa terhormat menerima penghargaan sebagai High Achieving School in Outstanding Participation. Prestasi siswa mencerminkan dedikasi dan usaha yang konsisten. ICAS memberi manfaat bermakna bagi siswa dan sekolah, khususnya melalui pemetaan capaian akademik dan pengakuan bertaraf internasional. Sekolah juga mendukung melalui latihan rutin dan pendampingan akademik. Kami menantikan keikutsertaan dalam ICAS tahun mendatang,” ujar Sherry. Menuju ICAS 2026 ICAS kembali akan dilaksanakan pada tanggal 3 Agustus – 25 September 2026. Para siswa yang ingin mengikuti kompetisi dapat mendaftar melalui sekolah masing-masing. Bagi sekolah yang ingin bergabung untuk pertama kalinya, UTC siap mendampingi proses registrasi dan persiapan pelaksanaan ICAS.
- 2025 Noble Scholar Competition One Day for the Future: Mewujudkan Generasi Inovator Indonesia Lewat Kolaborasi Pendidikan, Teknologi, dan Industri Kreatif
Di tengah dunia yang berubah begitu cepat, tanggung jawab kita menjadi semakin jelas: membekali para siswa agar siap menghadapi masa depan — menjadi pribadi yang kreatif, inovatif, percaya diri, serta memiliki pola pikir kewirausahaan. Menjawab tantangan ini, USG Education, institusi pendidikan internasional terkemuka di Indonesia, bekerja sama dengan Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, resmi menyelenggarakan 2025 Noble Scholar Competition & One Day for the Future — sebuah ajang kompetisi nasional bagi pelajar SMA yang mendorong kreativitas, pemecahan masalah, inovasi teknologi, dan kolaborasi lintas disiplin. Noble Scholar Competition merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan di berbagai kampus USG Education. Tahun ini, memasuki penyelenggaraan ke-11, diikuti oleh siswa-siswi berbakat dari 5 sekolah. Salah satu rangkaian acaranya digelar p ada Kamis, 20 November 2025 di USG Education Pantai Indah Kapuk Campus, yang berlokasi di Galeri Niaga Mediterania II, Blok J8 Q - T, Jl. Pantai Indah Utara, Jakarta Utara. Kompetisi bergengsi yang diikuti oleh pelajar SMA dari berbagai sekolah di Indonesia, menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengekspresikan bakat mereka di bidang akademik dan kreatifitas. Kompetisi ini menampilkan dua kategori utama, yaitu Business dan Computing & IT. Menggabungkan Kompetisi dan Inspirasi dalam Satu Ruang Pembelajaran COO USG Education, Ariyani Mawardi, menyampaikan bahwa acara tahun ini membawa pendekatan baru yang lebih holistik. “Noble Scholar bukan hanya tentang kompetisi. Dengan tema ‘Shaping Innovators, Transforming Ideas’ , kami ingin membangun ekosistem pendidikan yang tidak hanya menekankan akademik, tetapi juga membuka ruang bagi kreativitas, kolaborasi, dan keberanian mengeksplorasi hal-hal baru. Kombinasi antara kompetisi dan rangkaian sesi inspiratif One Day for the Future memberikan pengalaman belajar yang menyeluruh bagi para peserta,” ujar Ariyani. Untuk pertama kalinya, Noble Scholar Competition digabungkan dengan One Day for the Future, sebuah program inspiratif yang sebelumnya sukses diselenggarakan di USG Education Kelapa Gading Campus. Kolaborasi ini menjadi “golden ticket” bagi pelajar untuk mengekspresikan ide, menstimulasi kreativitas, mengasah kemampuan inovasi, dan membangun entrepreneurial mindset. Menghadirkan Sesi Inspiratif dari Tokoh Nasional dan Industri Kreatif Selain kompetisi, peserta, guru, dan orang tua juga mengikuti berbagai seminar dan workshop yang menekankan kebutuhan masa depan dari para narasumber inspiratif, di antaranya: ● Yuke Sri Rahayu, S.Sos, M.A., Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain, Kemenekraf/Bekraf. ● Raising Emotionally Intelligent and Future-Ready Children bersama Maya Hasan, harpist dan music practitioner, dan Dr. Dadam Mahdar, S.Sos, M.Hum, Direktur Seni Rupa dan Seni Pertunjukan Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif. ● Building Digital Business Ecosystems: What Startups Like Ekosis Teach Us bersama Catherine Nathania Bunjamin, CMO Ekosis. ● Future Tech in Action: Exploring AI and Robotics for Tomorrow’s Innovators bersama Muhammad Farhan Gunawan, Lead Developer Zarfix.AI, yang menampilkan demo Robo-Dog, AI Vision, Voice Command, dan teknologi gerak real-time. Peserta juga mendapatkan kesempatan mengikuti IELTS Prediction Test dari The British Institute (TBI) , yang membantu mengukur kemampuan bahasa Inggris sebagai persiapan studi global. “Kolaborasi dengan USG Education menjadi langkah penting untuk memperkuat ekosistem kreatif Indonesia. Kami percaya bahwa inovasi lahir dari keberanian mencoba, berkolaborasi, dan menggabungkan ilmu dengan imajinasi. Inilah yang kami lihat dari para peserta hari ini,” ujar Yuke Sri Rahayu S.Sos, M.A., Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain, Kemenekraf/Bekraf. Pada sesi berbagi inspirasinya, Catherine Nathania Bunjamin, CMO Ekosis, menjelaskan bagaimana teknologi dapat membentuk ekosistem bisnis yang lebih inklusif dan berkelanjutan. “Generasi muda bukan hanya pengguna teknologi — mereka adalah calon pembangun ekosistem digital. Melalui acara ini, kami melihat potensi besar mereka dalam menciptakan solusi yang nyata dan berdampak bagi masyarakat,” tambahnya. Future Tech in Action Workshop: Menyelami Masa Depan Teknologi Bersama ZARFIX Salah satu sesi yang paling menarik perhatian dalam rangkaian One Day for the Future adalah Future Tech in Action Workshop, yang dipandu oleh tim ahli dari ZARFIX, perusahaan teknologi inovatif yang berfokus pada pengembangan kecerdasan buatan dan solusi robotik di Indonesia. Dipimpin oleh Muhammad Farhan Gunawan, Lead Developer ZARFIX, workshop ini memberikan pengalaman langsung kepada siswa tentang bagaimana teknologi berkembang dan bagaimana AI serta robotika sudah mulai menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari—mulai dari sistem keamanan, industri manufaktur, edukasi, hingga dunia kreatif. “Di ZARFIX, kami memposisikan AI sebagai thinking partner, mitra berpikir yang membantu siswa mengembangkan ide, merancang solusi digital, hingga membuat prototipe secara lebih cepat dan terstruktur,” ujar Farhan. Lewat demonstrasi Robodog yang dibekali AI Vision, Voice Command, dan real-time adaptive movement, peserta bisa melihat langsung bagaimana kolaborasi manusia dan AI bekerja: manusia mengarahkan makna dan tujuan, sementara teknologi membantu mengeksekusi secara presisi. Melalui mini competition Solve With AI, ZARFIX juga ingin menanamkan pola pikir problem-solver. Peserta tidak hanya diminta membuat ide, tetapi mengikuti alur lengkap: menemukan masalah nyata, menggali alternatif solusi menggunakan ZARFIX Chatbot, menyusun konsep aplikasi dalam format .md, hingga menghasilkan prototipe web/app melalui Replit. Dengan pendekatan ini, siswa belajar bahwa kemampuan berinovasi bukan ditentukan oleh latar belakang teknis, tetapi oleh rasa ingin tahu, kreativitas, dan keberanian untuk mencoba. “Kolaborasi di acara 2025 Noble Scholar Competition & One Day for the Future menjadi momentum penting bagi ZARFIX dalam mendorong lahirnya talenta muda yang siap memimpin transformasi digital Indonesia,” ujar Naufal Arda Wiharandiya, Co-Founder Strategic Finance Advisor ZARFIX. Ia menekankan bahwa akses terhadap teknologi seperti AI seharusnya membuka ruang bagi kreativitas, inovasi, dan keberanian untuk menghadirkan solusi nyata. Naufal juga berharap program ini dapat terus diselenggarakan secara konsisten setiap tahun sehingga generasi muda tidak hanya melihat diri mereka sebagai pengguna teknologi, tetapi sebagai pencipta masa depan. Kemitraan Internasional dan Program Unggulan USG Education Pantai Indah Kapuk Campus Salah satu program unggulan di USG Education Pantai Indah Kapuk Campus adalah UIC-UTS College, sebuah kolaborasi strategis antara UIC College dan UTS College, Australia, yang dirancang untuk membuka akses pendidikan global bagi para pelajar Indonesia. Melalui kemitraan ini, siswa dapat mengikuti jalur studi internasional yang terstruktur dan mulus, dimulai dari tahun pertama perkuliahan yang dilaksanakan di Jakarta. Selama masa studi awal ini, siswa mendapatkan pengalaman belajar dengan standar akademik Australia, kurikulum yang relevan dengan industri global, serta dukungan intensif dari pengajar berpengalaman yang telah tersertifikasi. Setelah menyelesaikan tahun pertama di Jakarta, para siswa akan melanjutkan studi ke tahun kedua perkuliahan di University of Technology Sydney (UTS), Australia —salah satu universitas top dunia yang dikenal unggul dalam bidang teknologi, bisnis, desain, komunikasi, dan ilmu pengetahuan. Kepala Kampus USG Education Pantai Indah Kapuk, Yuvin Maharuddin, menegaskan pentingnya pathway ini bagi generasi muda. “Kami percaya bahwa setiap siswa memiliki potensi besar untuk sukses di dunia global. Melalui UIC UTS College, kami memberikan jalur yang lebih aman, terstruktur, dan relevan bagi mereka yang ingin melanjutkan pendidikan ke luar negeri. Program ini bukan hanya tentang memperoleh gelar internasional, tetapi juga tentang membangun karakter, kemandirian, dan kesiapan mereka untuk menjadi warga dunia. Model pembelajaran ini memberikan banyak keuntungan bagi pelajar Indonesia, antara lain: ● Transisi akademik yang lebih mulus ke perguruan tinggi luar negeri, khususnya UTS. ● Biaya kuliah tahun pertama yang lebih hemat karena dilakukan di Indonesia. ● Pendampingan akademik dan emosional yang lebih kuat sebelum beradaptasi dengan lingkungan internasional ● Kesiapan global yang lebih matang, baik dari sisi kompetensi, komunikasi, maupun kemandirian Siswa juga mendapatkan akses ke berbagai fasilitas pembelajaran modern, bimbingan persiapan studi lanjut, serta koneksi dengan komunitas internasional sejak awal perjalanan pendidikan mereka. Dengan keunggulan ini, UIC-UTS College menjadi salah satu pathway internasional paling komprehensif di Indonesia—sebuah program yang tidak hanya membuka pintu menuju gelar sarjana di luar negeri, tetapi juga membentuk generasi muda yang siap berkontribusi di dunia global yang terus berkembang. UIC-UTS College hadir sebagai solusi modern bagi pelajar Indonesia yang ingin meraih pendidikan berkelas dunia sambil tetap membangun kesiapan akademik, komunikasi, dan kepercayaan diri sebelum melangkah ke Australia. Kemitraan USG Education yang terus berkembang dengan banyak universitas terkenal di pusat pendidikan terkemuka seperti Australia, Inggris & Eropa, Amerika Serikat, Kanada dan banyak negara di Asia seperti Singapura, Malaysia, Cina, dan Jepang merupakan bukti standar praktik dan profesionalisme dari USG Education. Saat ini, USG Education adalah institusi pendidikan yang mapan dan kredibel dengan jaringan yang kuat di lebih dari 100 universitas di seluruh dunia. Dengan enam kampus strategis di BSD, Pantai Indah Kapuk, Kelapa Gading, Pondok Indah, Bandung, dan Malang, USG Education terus memperluas akses bagi pelajar yang ingin mengembangkan potensi akademik dan profesional mereka.
- Bahasa Inggris Menjadi Kunci Produktivitas SDM Indonesia TBI × UTC Sediakan Jalur Terpadu untuk Individu, Sekolah, Kampus, dan Korporasi
Persaingan kerja semakin ketat dan proses bisnis kian digital. Dalam konteks ini, bahasa Inggris bukan lagi sekadar nilai tambah, melainkan kemampuan dasar untuk belajar, bekerja, dan berkolaborasi lintas negara. OECD mencatat, dari jutaan iklan lowongan di Eropa, sekitar seperlima secara jelas mensyaratkan kemampuan bahasa Inggris—khususnya pada fungsi administrasi, penjualan, dan layanan. Pesannya tegas: bahasa Inggris adalah kompetensi lintas industri. Sejalan dengan dorongan global tersebut, otoritas pendidikan nasional juga menekankan penguatan literasi bahasa sejak dini. Mendikdasmen Abdul Mu’ti baru-baru ini menegaskan bahwa guru kelas perlu menguasai bahasa Inggris agar keberanian dan rasa percaya diri siswa dapat ditumbuhkan sejak SD. Di sisi pendidikan tinggi, English as a Medium of Instruction (EMI) di kampus-kampus Indonesia terus berkembang. British Council menekankan peluang perbaikan mutu pembelajaran, dengan catatan kemampuan bahasa Inggris dosen dan mahasiswa harus ikut diperkuat agar manfaat EMI benar-benar terasa di dunia kerja. Menjawab kebutuhan tersebut, USG Education melalui TBI (The British Institute) dan UTC (UniSadhuGuna Testing Centre) menghadirkan jalur terpadu penguatan bahasa Inggris untuk individu, sekolah, kampus, dan korporasi di Indonesia. Dengan kombinasi pengajaran TBI dan pengujian UTC, organisasi dapat memetakan baseline (pra- tes), menjalankan program peningkatan di TBI, lalu memvalidasi kenaikan skor melalui post-test resmi di UTC, membuktikan ROI pelatihan dengan data, bukan asumsi. “Bahasa Inggris bukan sekadar alat komunikasi, tetapi sinyal kemampuan berpikir, kepercayaan diri, dan potensi kepemimpinan. Kita harus memastikan talenta Indonesia tidak kehilangan kesempatan hanya karena keterampilan bahasa,” ujar Gladys Nathania, Associate Manager Sales & Marketing di Michael Page, dalam TBI × UTC Client Gathering baru-baru ini. Menurutnya, kompetensi bahasa Inggris memengaruhi persepsi profesional, akses jejaring global, dan kesiapan memimpin di level regional. Pandangan serupa disampaikan Bagus Gede Karma Amandangi, Learning & Culture Specialist di AXA Mandiri. “Pekerjaan dengan pertumbuhan tercepat pada 2030 akan banyak dipengaruhi teknologi, AI, dan digitalisasi. Bertahan bukan soal siapa paling pintar hari ini, melainkan siapa yang terus belajar, beradaptasi, dan mampu berkolaborasi efektif,” ujarnya, menguatkan pentingnya bahasa Inggris sebagai keterampilan kerja masa depan. Metode A2E (Assessment to Enhancement) Sebagai komitmen menyiapkan talenta Indonesia yang siap bersaing global, USG Education menerapkan A2E (Assessment to Enhancement) —kerangka yang sederhana, terukur, dan bisa dipertanggungjawabkan: 1. Assessment bersama UTC: Pemetaan kemampuan melalui tes (misalnya TOEFL ITP, TOEIC, atau IELTS sesuai kebutuhan). Hasilnya menjadi kompas: area mana yang sudah kuat, mana yang perlu dipacu. 2. Enhancement melalui TBI: Program peningkatan yang fokus pada keterampilan terpakai: rapat lintas budaya, negosiasi, presentasi eksekutif, penulisan email/laporan, hingga kebutuhan spesifik industri. 3. Recognition dan jalur lanjutan: bagi profesional yang ingin melangkah lebih jauh, USG Education menyediakan jalur pengembangan profesional seperti Level 7 Postgraduate Diploma dan MBA pathway untuk meningkatkan kompetensi kepemimpinan, berpikir strategis, dan kesiapan menuju global leadership. Ariyani Mawardi, COO USG Education, menegaskan, “TBI dan UTC bukan sekadar lembaga kursus dan pusat tes. Kami adalah mitra pengembangan karier jangka panjang. Dengan pendekatan A2E, setiap individu tidak hanya belajar, tetapi benar-benar berkembang dan siap bersaing di dunia nyata.” Arah strategis tersebut diterjemahkan ke hal yang paling penting di lapangan: dampak yang terasa di meja kerja. Mulai dari penetapan baseline, desain pelatihan yang relevan per fungsi, hingga sertifikasi yang diakui mitra dan regulator, semuanya dirangkai agar hasilnya jelas dan bisa diukur. “Kebutuhan industri itu jelas, kemampuan berbahasa Inggris yang terukur dan dapat dipertanggungjawabkan. Dengan assessment yang objektif, pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan pekerjaan, dan sertifikasi yang diakui global. Bagi korporasi, ini berarti ROI pelatihan yang bisa dibuktikan, bagi individu, ini adalah tiket percaya diri untuk melangkah ke peran yang lebih besar—di Indonesia maupun regional,” kata Niluh Komang Aimee Sukesna, BA, MBA, Direktur Sales Marketing USG Education. Client Gathering & Networking 2025 Sejalan dengan semangat di atas, The British Institute (TBI) dan UniSadhuGuna Testing Centre (UTC) baru – baru ini menggelar Client Gathering Networking 2025 di The Luxton Hotel Bandung, Kamis, 23 Oktober 2025. Acara ini menjadi ajang silaturahmi dan berbagi wawasan bersama mitra institusi pendidikan, perusahaan, dan organisasi di Jakarta serta Jawa Barat, sekaligus membangun kolaborasi strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia di kancah global.
- TBI GO! Back to Campus, Level Up Your English!
Setelah menjalani masa liburan yang menyenangkan, saatnya bagi para mahasiswa untuk kembali bersiap-siap menyambut semester baru. Proses " back to campus " menjadi momen yang penting untuk mempersiapkan diri agar siap menghadapi tantangan akademis yang akan datang. Namun, persiapan tidak hanya sebatas menyusun jadwal kuliah dan mempersiapkan materi perkuliahan. Sebagai bagian penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan, kemampuan berbahasa Inggris juga menjadi kebutuhan utama bagi para mahasiswa. Berikut beberapa tips untuk meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris kamu: 1. Baca Artikel & Jurnal Kuliah Berbahasa Inggris Dengan membaca materi akademis dalam bahasa Inggris, kamu bisa memperkaya kosakata sekaligus terbiasa dengan gaya penulisan yang sering dipakai di perkuliahan internasional. 2. Dengerin Podcast Inggris Sambil Commute Waktu perjalanan menuju kampus bisa kamu manfaatkan untuk mendengarkan podcast berbahasa Inggris. Cara ini efektif untuk melatih kemampuan listening dan menambah ekspresi sehari-hari. 3. Latihan Presentasi Bahasa Inggris Setiap Minggu Presentasi adalah bagian penting dari dunia kampus. Latihan rutin, baik di depan cermin atau bersama teman, akan membantu meningkatkan rasa percaya diri saat harus tampil di kelas. 4. Tempel Sticky Note Kosakata Baru di Meja Belajar Mempelajari kosakata tidak harus membosankan. Tulis kata atau frasa baru di sticky note , lalu tempelkan di tempat yang sering kamu lihat. Lama-lama, kata tersebut akan lebih mudah melekat di ingatanmu. 5. Ikut Kursus Bahasa Inggris Biar Lebih Percaya Diri Mengikuti kursus Bahasa Inggris memberi kamu bimbingan terstruktur, kesempatan latihan interaktif, dan persiapan lebih matang untuk kebutuhan akademis, termasuk TOEFL maupun IELTS. Tidak perlu bingung untuk memulai dari mana, TBI hadir dengan menawarkan pilihan kelas beragam sesuai dengan kebutuhan dan level kemampuan bahasa Inggris kamu. Selain itu, TBI punya keunggulan yang bikin proses belajar kamu lebih maksimal: Reputasi terpercaya sejak 1984 sebagai penyedia kursus bahasa Inggris terbaik di Indonesia. Semua teacher TBI berpengalaman dan bersertifikat internasional, termasuk CELTA. Pilihan lokasi kampus yang strategis, memudahkan kamu untuk belajar di dekat domisili. Materi dan metode pembelajaran yang selalu up-to-date sesuai standar internasional. Tertarik? Tunggu apa lagi, daftar sekarang dan dapatkan banyak benefit dari TBI untuk mendukung kebutuhan akademik kamu! Gabung kelas baru dengan promo TBI Back to Campus dan hadiah menarik lainnya. Promo berlaku di TBI Malang & Depok: 1 – 30 September 2025 dan TBI Bandung: 8 September – 8 Oktober 2025: https://usg.education/tbi-btc Ikuti tes penempatan bahasa Inggris gratis, konsultasi langsung dan rasakan pengalaman belajar bersama TBI, English with the Best. Info lebih lanjut : 0813 910 99901 / tbimarcomm.ho@tbi.co.id
- UIC College of Fashion Menyulam Budaya ke dalam Desain Masa Kini di IFW 2025
Di tengah gemerlap catwalk dan sorotan lampu Indonesia Fashion Week (IFW) 2025, hadir sebuah koleksi yang tak hanya memamerkan gaya, tetapi juga merayakan identitas. Melalui tema “ The Spirit of Keraton Jogjakarta, ” UIC College of Fashion menghadirkan karya-karya yang menyulam warisan budaya ke dalam desain masa kini, sebuah pernyataan visual dari generasi muda yang berpikir global, namun berpijak kuat pada akar lokal. Delapan desainer muda tampil membawakan karya yang bukan hanya indah dilihat, tetapi juga kaya makna. Melalui siluet yang berani, struktur eksperimental, dan eksplorasi tekstil yang mendalam, mereka menjadikan runway IFW 2025 sebagai ruang kontemplatif, tempat di mana tradisi bertemu imajinasi, dan gaya menjadi bahasa ekspresi diri. Para desainer muda tersebut adalah dua mahasiswa senior, Karen Paige dan Caithlyn Andreas Lim , serta enam mahasiswa junior: Eugenea De Sade Basia, Gabriella Ixchel Bain, Danica Abellafaiza Iswara, Annabelle Olivia, Cella Amanda Gaotama, dan Jeima Aleyya Haudy. Dari Jogja ke Runway: Ketika Warisan Jadi Wawasan Sebagai bagian dari USG Education, UIC College dikenal sebagai pelopor program jalur internasional dalam pendidikan fashion. Mahasiswa memulai studi di Indonesia dan memiliki opsi untuk melanjutkan ke luar negeri. Pendekatan ini memberikan mereka fondasi yang kuat—baik secara teknis maupun konseptual dalam menciptakan karya yang mampu menjangkau pasar global tanpa meninggalkan akar budaya. Tahun ini, dua mahasiswa senior Karen Paige dan Caithlyn Andreas Lim tampil sebagai wajah utama UIC College di IFW. Keduanya mengeksplorasi warisan Keraton Yogyakarta dengan narasi personal yang kuat dan kreatif. Waves of Pearls: Simfoni Pantai Selatan Karen Paige mempersembahkan koleksi Waves of Pearls , yang terinspirasi dari upacara adat Mitoni dan keindahan Pantai Selatan Yogyakarta. Palet warna pasir, putih transparan, dan krem lembut berpadu harmonis dalam busana yang memancarkan feminitas, ketenangan, dan kekuatan alam. “IFW 2025 adalah platform ideal untuk memperkenalkan brand saya. UIC College telah memberi saya fondasi kreatif sebelum melanjutkan tahun terakhir studi di UK,” ujar Karen. Mono – Legacy: Elegansi dalam Struktural Minimalis Koleksi Mono – Legacy karya Caithlyn Andreas Lim tampil dramatis dengan dominasi warna hitam dan permainan struktur korset yang mencuri perhatian. Karyanya merefleksikan kekuatan perempuan serta reinterpretasi nilai-nilai Keraton dalam konteks modern. “Fashion bagi saya adalah bentuk bercerita. IFW adalah panggung nyata bagi impian saya, dan UIC telah menjadi ruang tumbuh yang luar biasa,” ungkap Caithlyn. Generasi Baru, Suara Baru Tak hanya para senior, enam mahasiswa junior UIC College juga berhasil menembus panggung IFW—sebuah pencapaian yang jarang terjadi dalam dunia pendidikan. Mereka adalah Eugenea De Sade Basia, Gabriella Ixchel Bain, Danica Abellafaiza Iswara, Annabelle Olivia, Cella Amanda Gaotama, dan Jeima Aleyya Haudy, kehadiran mereka menunjukkan bahwa kreativitas tak mengenal batas usia maupun jenjang akademik. “Bagi kami yang masih di tahun awal, ini bukan sekadar ajang pameran. Ini validasi bahwa karya kami layak didengar,” ujar Eugenea, salah satu desainer junior yang terlibat. Mengintegrasikan Budaya, Bisnis, dan Estetika Kepala Kampus USG Education BSD, Aimee Sukesna , menekankan bahwa keberhasilan ini bukan hanya hasil kreativitas semata, tapi juga kurikulum yang menyatukan aspek budaya, keberlanjutan, dan strategi bisnis. “Kami membekali siswa agar tidak hanya menjadi desainer, tapi juga pemikir strategis yang peka terhadap isu-isu global dan nilai lokal.” Adhirama G. Tusin selaku CEO dari USG Education , menambahkan, “Pendidikan fashion tidak hanya berorientasi pada estetika. Harus ada kesadaran sosial, keberlanjutan, dan narasi pribadi. Kami berkomitmen mencetak talenta yang kreatif, reflektif, dan siap membawa budaya Indonesia ke panggung dunia.” Juru bicara IFW pun mengakui kontribusi UIC College tahun ini, “Keterlibatan mahasiswa UIC College memberi warna baru dan semangat segar di IFW 2025. Mereka membawa sentuhan budaya Indonesia yang sudah turun temurun dan sangat inspiratif dan penuh potensi.” Catwalk Hari Ini, Visi untuk Esok IFW 2025 menjadi lebih dari sekadar ajang peragaan busana bagi UIC College of Fashion. Ini adalah panggung untuk menyuarakan nilai, menyulam identitas, dan membentuk masa depan industri kreatif. Di balik tiap jahitan, ada mimpi. Di balik tiap karya, ada suara. Dan suara para siswa UIC College ini lantang, berkelas, dan siap menggema lebih jauh. Melalui IFW 2025, UIC College of Fashion sekali lagi menegaskan perannya sebagai inkubator talenta kreatif, melahirkan desainer muda yang berani menyulam masa depan dari akar budaya mereka sendiri.












