Dari Indonesia ke Dunia: USG Education Perkuat Ekosistem Jalur Studi Internasionalbagi Pelajar Indonesia
- 15 hours ago
- 6 min read
Kelulusan mahasiswa UIC College BTEC dan UIC-UTS College menegaskan komitmen USG Education membangun transisi studi internasional yang terukur: akademik, karakter, dan kesiapan mental.
It all starts here.
Dari kelas di Indonesia menuju ritme kampus internasional, ada satu fase yang sering menentukan: transisi. Transisi dari sistem belajar yang familiar menuju lingkungan akademik yang menuntut kemandirian, kecepatan adaptasi serta standar berpikir kritis yang lebih tinggi. Melalui momen kelulusan hari ini, USG Education menegaskan komitmennya membangun jalur studi yang terukur, dengan standar akademik, karakter dan kesiapan mental yang holistik.

Bertempat di Soehanna Hall, the Energy Building SCBD, UIC College, bagian dari ekosistem pendidikan USG Education, melepas 37 mahasiswa dari program UIC College BTEC dan UIC – UTS College. Bagi para lulusan, kelulusan ini bukan sekedar seremoni, melainkan penanda langkah, dari target yang dulu terasa jauh menuju tahap berikutnya yang kini semakin nyata.
Studi Internasional Butuh Kompetensi Mumpuni
Minat pelajar Indonesia untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri terus menunjukkan tren positif. Studi internasional dinilai mampu membuka akses terhadap kualitas pendidikan global, memperluas wawasan lintas budaya, serta membekali siswa dengan kompetensi akademik dan non-akademik yang relevan. Namun, banyak perjalanan studi berhenti bukan hanya karena ‘kurang tepat’, melainkan karena kurang siap menghadapi sistem baru.
Mahasiswa yang melanjutkan studi ke luar negeri kerap menghadapi perubahan besar: cara dosen mengajar, cara tugas dinilai, kecepatan ritme perkuliahan, budaya diskusi, sampai cara menyusun argumen dalam tulisan akademik. Tanpa pendampingan yang tepat, transisi ini bisa terasa mengagetkan dan mempengaruhi performa belajar.
Di titik inilah, ekosistem pendidikan yang terintegrasi menjadi pembeda. Bukan hanya mempersiapkan siswa secara akademik, tapi juga membentuk kebiasaan belajar, daya tahan mental dan pola pikir global yang dibutuhkan untuk bertahan dan bertumbuh.
Ekosistem Terintegrasi: Menghubungkan Persiapan, Transisi hingga Outcome.
Di era hari ini, standar akademik saja tidak cukup. Karena itu, USG Education membekali para siswa dengan keterampilan masa depan, mulai dari innovation and creativity mindset, problem solving, digital savvy, communication and networking skills, cultural diversity skills, dan entrepreneurial mindset.
USG Education memiliki posisi sebagai ekosistem pendidikan terintegrasi. Bukan sekedar penyedia program, melainkan
semua sistem yang menghubungkan tahapan – tahapan krusial perjalanan siswa, dari persiapan hingga outcome.
CEO USG Education, Adhirama G. Tusin, mengungkapkan, “Di USG Education, kami membangun sebuah ekosistem pendidikan yang saling terhubung. Mulai dari persiapan akademik, pengembangan kompetensi, hingga jalur menuju universitas dan karier internasional.”

USG Education juga telah memperkuat ekosistemnya melalui USG Education Incubation Program Sebagai support system untuk memberdayakan siswa, alumni dan komunitas, agar perjalanan studi mereka tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga bertumbuh dalam karakter, pengalaman, dan kontribusi nyata, melalui:
● Pelatihan praktikal & project-based learning (berpikir kritis, komunikasi, problem solving, dan cara kerja di industri).
● Program magang & experiential projects (portofolio, leadership, jam terbang didukung pendampingan
langsung dari para pelaku industri sebagai mentor dan industry partners)
● Business Club & innovation community (jejaring lintas program, melatih kepemimpinan, eksekusi ide, dan inisiatif)
● Start Up & Community Empowerment (kolaborasi dengan pelaku industri/UMKM untuk dampak nyata)
UIC College BTEC & UIC - UTS College: Jalur Terukur Menuju Universitas Internasional.
Dua program yang menjadi sorotan kelulusan kali ini adalah UIC College BTEC dan UIC – UTS College. Jalur unggulan yang dirancang untuk memastikan transisi mahasiswa Indonesia ke sistem pendidikan ke luar negeri berjalan lebih mulus.
UIC College BTEC menerapkan kurikulum Pearson-Edexcel (Inggris) dengan pendekatan real world learning & industry based curriculum. Mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga dibiasakan memahami konteks industri. Belajar dari praktisi dan mengerjakan tugas yang relevan dengan industri.
Sementara itu, UIC - UTS College merupakan jalur langsung menuju University of Technology Sydney (UTS), salah satu universitas terkemuka di Australia. Kurikulum pathway dirancang untuk mempersiapkan mahasiswa melanjutkan studi ke tahun kedua hingga meraih gelar sarjana S1 di UTS, Australia, secara mulus.
Kedua program ini menekankan penguatan kemampuan akademik, keterampilan berpikir kritis, serta kesiapan mahasiswa dalam menghadapi sistem pembelajaran universitas internasional. Di titik ini, kelulusan menjadi semacam panggung pembuktian. Ketika siswa mendapatkan jalur yang tepat dan pendampingan yang konsisten, mimpi menuju universitas terkemuka bukan lagi wacana.
Kelulusan sebagai Bukti. Bukan Hanya Akademik, tapi Holistik.
Adhirama menegaskan bahwa momen kelulusan ini menjadi bukti bahwa dengan dukungan ekosistem yang tepat dari USG Education, generasi muda Indonesia mampu melangkah percaya diri ke panggung dunia.
“Momen kelulusan ini menjadi titik transisi penting bagi para lulusan, dari ruang kelas menuju tantangan dunia nyata dan pendidikan global. Di USG Education, kami tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga pada proses pendampingan yang membentuk karakter, ketangguhan, dan kesiapan mental siswa. Kami percaya bahwa lulusan yang siap secara holistik akan lebih mampu beradaptasi dan bertumbuh di lingkungan global yang dinamis,” ujar Adhirama.
Komitmen yang sama ditegaskan oleh CEO UTS College, Morwenna Shahani, yang menyampaikan kebanggaannya atas lulusan yang telah dipersiapkan dengan pola pikiran global. Bukan semata nilai akademik.

“Kami bangga melihat para lulusan hari ini beserta pencapaian yang telah mereka raih. Melalui kerja keras yang konsisten, didukung oleh dedikasi penuh para staf UIC–UTS College, para siswa telah dipersiapkan secara matang untuk menghadapi masa depan global—tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga dalam pembentukan karakter dan pola pikir. Kami meyakini bekal ini akan mengantarkan mereka meraih kesuksesan dalam melanjutkan studi di UTS, Australia, sekaligus membuka berbagai peluang di masa depan,” ujar Morwenna.
Kelulusan Januari ini merupakan momen kelulusan pertama USG Education di tahun 2026, yang akan diikuti oleh kelulusan berikutnya secara berkala sepanjang tahun, selaras dengan periodik intake program internasional.
Ariyani Marwadi, COO USG Education, menambahkan “Kelulusan Januari ini menjadi pembuka rangkaian kelulusan USG Education sepanjang 2026, yang akan berlangsung secara periodik mengikuti intake program internasional. Setiap kelulusan adalah penanda progres. Bukan hanya capaian akademik, tetapi kesiapan siswa untuk melangkah ke tahap berikutnya dalam jalur studi internasional mereka,” ujar Ariyani.
Para lulusan berasal dari berbagai jurusan, mencerminkan keberagaman jalur pendidikan yang ditawarkan, seperti Business, Sound Design, Engineering, dan Information Technology (IT).
Alumni, Prestasi dan Percaya Diri yang Terbentuk.
Salah satu cara paling kuat membaca kesiapan internasional adalah melalui cerita yang bisa diverifikasi. Alumni yang telah melanjutkan, telah beradaptasi, dan berkontribusi di industri dengan standar tinggi.
Dalam kelulusan ini, Ivan Chaniago Putra, alumni program UIC-UTS College, Engineering (2017) dan lulusan UTS, Australia, Bachelor of Engineering in Mechanical Engineering (2019) membagikan pengalamannya. Saat ini Ivan bekerja sebagai Account Manager at Huawei Tech Investment Indonesia.
“Program UIC-UTS College merupakan program yang istimewa bagi siswa Indonesia. Sebagai alumni UIC–UTS College, saya merasakan betul bagaimana program ini menjadi fondasi penting dalam perjalanan akademik dan profesional saya. Program ini membantu saya beradaptasi dengan kehidupan universitas dan memberi gambaran nyata tentang seperti apa kuliah di UTS—mulai dari perbedaan budaya, belajar mandiri, hingga gaya belajar yang lebih praktis dan dekat dengan dunia nyata,” ujar Ivan.

Kisah lain datang dari Clarice Aurelia Jo, lulusan UIC-UTS College jurusan Business yang meraih predikat Best Student dengan capaian GPA 6,8 dari 7. Sebuah pencapaian yang menggambarkan kesiapan akademik dan konsistensi yang matang.
“Menjadi bagian dari UIC-UTS College adalah pengalaman yang sangat berarti bagi saya. Proses pembelajaran di sini tidak hanya menantang secara akademik, tetapi juga mengasah kepercayaan diri, kepemimpinan, kerja sama, dan tanggung jawab yang membentuk kami sebagai individu. Penghargaan yang saya raih pada kelulusan ini bukan hanya tentang pencapaian akademik, tetapi tentang bertumbuh bersama, saling menguatkan, dan berani melangkah ke masa depan,” ujar Clarice.
Predikat Best Student juga berhasil diraih oleh Kenzo Hausen (UIC - UTS College jurusan Engineering) dan Sebastian Donato Arifin (UIC - UTS College jurusan Information Technology).
Dibalik angka GPA dan predikat, yang paling penting adalah satu perubahan yang sering luput terlihat. Kepercayaan diri yang lahir dari proses. Ketika siswa tahu bagaimana belajar, tahu bagaimana berpikir dan tahu bagaimana merespon tantangan.
LEARN Framework dan Noble Scholar Standard
Di USG Education, kesiapan global ini dibentuk oleh nilai, yang terlihat dalam kebiasaan, cara belajar, cara menghadapi tekanan dan cara membawa diri dalam lingkungan baru. Nilai tersebut dirangkum dalam LEARN Framework (Leadership, Empathy, Agility & Access, Reliability & Nurture) serta standar Noble Scholar yang menjadi fondasi pendampingan siswa.
Selama lebih dari 30 tahun, USG Education telah menghadirkan program akademik berstandar internasional yang melengkapi. Di dalamnya ada enam unit bisnis yang terintegrasi:
● The British Institute (TBI) (berdiri 1984) mendampingi siswa dari anak – anak hingga profesional untuk membangun kepercayaan diri dan kefasihan berbahasa Inggris, dengan pendekatan pembelajaran yang aplikatif dan relevan.
● UniSadhuGuna Testing Centre (UTC) (berdiri 2005) satu – satunya penyelenggara ICAS School Competition di Indonesia. UTC juga dipercaya sebagai salah satu penyelenggara berbagai ujian internasional yang diakui dunia, termasuk Cambridge English Qualifications, Linguaskill terbaru, IELTSTM dan TOEFL ITPⓇ. UTC juga menyediakan kualifikasi pengajaran bahasa Inggris berstandar internasional, seperti Cambridge CELTA, Cambridge DELTA, dan Cambridge TKT, yang menunjukkan kompetensi dan pencapaian seorang pengajar.
● Uniprep Junior College (UJC) (sejak 2013) merupakan program setara Sekolah Menengah Atas dengan kualifikasi Internasional GCSE Pearson Edexcel dan BTEC Level 2 sebagai jalur menuju Uniprep atau UIC College.
● Uniprep (sejak 1994) menghadirkan Foundation Studies yang berasal dari UNSW College selama 9 bulan menuju studi sarjana di UNSW (the University of New South Wales) maupun universitas terkemuka lainnya.
● USG International College (UIC College) (sejak 2006) menghadirkan program Pearson BTEC HND & HNC (Inggris), jalur UIC - UTS College (Australia), serta American Degree Transfer Program (ADTP). Melalui program University Pathway dan Fast Track siswa dapat menghemat biaya pendidikan kuliah di luar negeri hingga 70%.
● Unistart (sejak 1994) layanan konsultasi studi luar negeri, termasuk informasi universitas, termasuk pengurusan visa, persiapan pre-departure dan lain-lain. Hingga kini Unistart telah membantu ribuan siswa melanjutkan studi ke universitas terkemuka di berbagai negara.
Secara keseluruhan, hingga saat ini USG Education telah meluluskan lebih dari 5000 siswa / i yang kini tersebar di dalam dan luar negeri serta berperan aktif di berbagai sektor industri. Bagi USG Education masa depan tidak ditunggu. Masa depan disiapkan dengan nilai nyata, sistem teruji dan ekosistem yang saling terhubung. It all starts here.


















