ICAS 2025 MEDAL PRESENTATION CEREMONY 72 SISWA TERBAIK INDONESIA RAIH MEDALI EMAS ICAS 2025
- Jan 23
- 4 min read
Updated: Feb 5
UTC, satu-satunya penyelenggara resmi ICAS Competition di Indonesia, gelar Medal Presentation Ceremony di Perpustakaan Nasional RI

Prestasi siswa Indonesia di panggung asesmen international kembali menguat. Sebanyak 72 siswa Indonesia dari jenjang SD hingga SMA meraih total 77 medali emas dalam kegiatan ICAS Competition 2025, sebuah ajang kompetisi berkaliber internasional. Pencapaikan ini diapresiasi melalui ICAS 2025 Medal Presentation Ceremony (MPC) yang diselenggarakan oleh UniSadhuGuna Testing Center (UTC), sebagai bagian dari USG Education, di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.
Sebagai satu – satunya perwakilan resmi (authorized organizer) ICAS Competition di Indonesia,
UTC memastikan penyelenggaraan ICAS berlangsung sesuai standar internasional, mulai dari pendampingan registrasi sekolah, pelaksanaan asesmen, hingga pemanfaatan laporan diagnostik
yang membantu sekolah memperkuat kualitas pembelajaran berbasis data dan kompetensi.
Selain dihadiri oleh siswa dan sekolah terbaik dari seluruh Nusantara, serta para guru dan orang tua, kegiatan ini setiap tahunnya juga dihadiri oleh perwakilan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi serta Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) yang secara langsung menyaksikan
capaian para siswa dan sekolah peserta.
Mendorong Ekosistem Pendidikan Berbasis Kompetensi
CEO USG Education, Adhirama G. Tusin, menyampaikan bahwa ICAS tidak sekedar kompetisi, melainkan ruang pembelajaran yang melatihan kemampuan berpikir tingkat tinggi, kompetensi yang semakin dibutuhkan untuk menghadapi tantangan masa depan.
“Melalui ICAS, kami ingin mendorong lahirnya ekosistem pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada nilai, tetapi pada pemetaan potensi dan penguatan kompetensi siswa. Keberhasilan sejumlah siswa meraih lebih dari satu medali menjadi bukti bahwa melalui pendekatan yang tepat, siswa Indonesia mampu bersaing di tingkat internasional,” ujar Adhirama.
Peningkatan Prestasi yang Membanggakan
Manager UniSadhuGuna Testing Centre (UTC), Deddy Mulyadi menyampaikan bahwa tren peningkatan terlihat tidak hanya dari jumlah peserta, tetapi juga dari capaian prestasi di berbagai bidang studi. “Tahun ini terjadi peningkatan capaian medali emas, terutama pada bidang Mathematics dan Science. Ini menunjukkan semakin kuatnya kemampuan Higher Order Thinking Skills (HOTS) peserta. Kami ingin ICAS terus menjadi ruang latihan penalaran, pemecahan masalah, serta berpikir logis, kritis, dan kreatif,” jelas Deddy.
Sementara itu, Director of Admissions, Recruitment Marketing USG Education, Niluh Komang Aimee Tirta Widiani Sukesna, BA, MBA, menekankan bahwa hasil ICAS tahun 2025 merupakan satu bukti nyata, bahwa siswa Indonesia mampu bersaing di kancah internasional. Ia juga menyoroti manfaat ICAS bagi sekolah melalui peta kemampuan yang jelas untuk mendukung pengembangan pembelajaran ke depan.

“Kami berharap melalui ICAS, sekolah dan siswa dapat mengenali kekuatan serta area pengembangan pada setiap bidang studi. Hal Ini dapat menjadi dasar dalam menyusun metode pembelajaran yang lebih relevan, personal, dan selaras dengan standar internasional, sehingga siswa dapat terus bertumbuh dan berkembang,” ungkap Aimee.
ICAS: Kompetisi Berkaliber Internasional
ICAS merupakan tes pengukuran kemampuan dasar berbasis HOTS (High Order Thinking Skills) untuk para siswa kelas 3 SD hingga 3 SMA (Year 3-Year 11) dengan elemen kompetisi bertaraf internasional. Bidang yang diukur meliputi English, Mathematics, Science, Digital Technologies, Spelling Bee dan Writing.
Selain sertifikat dan medali, ICAS menyediakan laporan individu dan laporan sekolah yang membantu sekolah memetakan capaian siswa secara terukur, sebagai masukan untuk strategi belajar-mengajar dan penguatan kualitas akademik.
Secara global, ICAS dikenal sebagai salah satu kompetisi akademik internasional yang prestisius dan menjadi rujukan benchmarking bagi banyak sekolah unggulan. Sejak 1981, ICAS telah diikuti lebih dari 10 juta siswa dari 16.000 sekolah di 41 negara.
Pada tahun 2025, tercatat 126 sekolah dari jenjang SD hingga SMA di berbagai wilayah Indonesia berpartisipasi dengan total 12.030 siswa.
Selama lebih dari 15 tahun, UTC secara konsisten menyelenggarakan ICAS di Indonesia. Sejak 2022, pelaksanaannya diperkuat melalui sistem pelaksanaan berbasis teknologi oleh Janison (perusahaan penyedia teknologi pendidikan dan pengujian yang berbasis di Australia), serta dukungan dari University of Sydney.
Aufan Ahmad Mumtaza (SMA Al Irsyad Satya Islamic School) merupakan salah satu peraih dua medali emas sekaligus di mata pelajaran Matematika dan Sains pada ICAS 2025.
“Mengikuti ICAS selama enam tahun menjadi pengalaman berharga yang mendorong saya untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan. Kompetisi ini tidak hanya menguji kemampuan akademik, tetapi juga memotivasi saya untuk berpikir kritis dan berkembang. Saya berharap ICAS terus menghadirkan tantangan baru yang bermanfaat, memberikan kesempatan bagi lebih banyak siswa berprestasi di tingkat internasional,” ujar Aufan.
Sementara itu, Keira Waluyo Lin (Bina Bangsa School) meraih medali emas ICAS pertamanya di bidang English.
“Saya terkejut sekaligus bangga dapat meraih medali emas ICAS pertama saya tahun ini. Bagi saya, persiapan sangat penting. Pengalaman mengikuti ICAS serta latihan SAT membantu saya memahami struktur ujian dengan baik. ICAS sangat berarti bagi rencana saya melanjutkan studi ke Australia, karena mampu memperkuat profil akademik saya,” ujar Keira.
Kategori Best High-Achieving School in Outstanding Participation tahun ini diraih oleh BINUS School Bekasi. Koordinator ICAS dari BINUS School Bekasi, Sherry Astari menyampaikan apresiasi atas dedikasi siswa dan dukungan sekolah.
“Kami telah berpartisipasi dalam ICAS selama beberapa tahun, dan tahun ini kami merasa terhormat menerima penghargaan sebagai High Achieving School in Outstanding Participation. Prestasi siswa mencerminkan dedikasi dan usaha yang konsisten. ICAS memberi manfaat bermakna bagi siswa dan sekolah, khususnya melalui pemetaan capaian akademik dan pengakuan bertaraf internasional. Sekolah juga mendukung melalui latihan rutin dan pendampingan akademik. Kami menantikan keikutsertaan dalam ICAS tahun mendatang,” ujar Sherry.
Menuju ICAS 2026
ICAS kembali akan dilaksanakan pada tanggal 3 Agustus – 25 September 2026. Para siswa yang ingin mengikuti kompetisi dapat mendaftar melalui sekolah masing-masing. Bagi sekolah yang ingin bergabung untuk pertama kalinya, UTC siap mendampingi proses registrasi dan persiapan pelaksanaan ICAS.






































Comments