top of page

Search Results

265 results found with an empty search

Events (59)

  • September 13, 2025 | 3:00 AM
    Suite Life Sedayu City, Unit Podium, Jl. Sedayu Boulevard Raya No.1, Rw. Terate, Kec. Cakung, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13910,
  • August 30, 2025 | 5:30 AM
    BSD City, Jl. BSD Raya Utama Jl. Edutown No.Lot 1 2, Pagedangan, Tangerang Regency, Banten 15339, Indonesia
  • July 19, 2025 | 3:00 AM
    Suite life, @ Kelapa Gading, Unit Podium, Jl. Sedayu City Klp. Gading Boulevard No.1, Rw. Terate, Kec. Cakung, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibuko
View All

Blog Posts (96)

  • The Crown: Suara Emas dari UIC College of Music Menggema di Gedung Kesenian Jakarta

    Jakarta, 02 Juli 2025 – Di tengah era digital dan kebangkitan industri kreatif, Indonesia membutuhkan lebih dari sekedar talenta, kita butuh suara yang berani, otentik dan siap bersinar di panggung dunia. Gedung Kesenian Jakarta menjadi saksi lahirnya suara tersebut: Queennara, penyanyi, penulis lagu dan content creator, dalam resital musik bertajuk “The Crown”. Konser ini merupakan bagian dari DVISVARA Annual Recital Series, platform eksklusif bagi mahasiswa UIC College dalam menampilkan pencapaian artisitik dan akademik mereka. Di balik gemerlap panggung dan kemegahan aransemen live string dan brass section, “The Crown” menjadi perwujudan keberanian, elegansi, dan transformasi emosional. Satu-Satunya Pathway Musik Internasional di Indonesia Sebagai bagian dari USG Education, ekosistem pendidikan Internasional terpercaya di Indonesia, UIC College merupakan satu-satunya program pathway musik akademis berstandar internasional. Melalui kurikulum BTEC dari Inggris, siswa dapat menempuh studi 1 (satu) hingga 2 (dua) tahun di Indonesia, sebelum melanjutkan studi ke universitas – universitas terkemuka dunia untuk meraih gelar sarjana. Program Artist Development di UIC College of Music dirancang tidak hanya untuk mengasah keunggulan akademis dan keahlian praktikal, tetapi juga menumbuhkan ide-ide kreatif dan inovatif yang otentik. Ini adalah ruang di mana seniman muda dipersiapkan untuk memperkaya industri musik, baik di dalam maupun luar negeri. “Queennara adalah contoh nyata dari filosofi pendidikan kami: membentuk seniman yang tidak hanya mahir secara teknis, tetapi juga kuat dalam menyuarakan identitas dan nilai personalnya,” ujar Niluh Komang Aimee Sukesna atau biasa dikenal sebagai Aimee, Kepala Kampus USG Education BSD. The Crown: Musik, Jati Diri, dan Transformasi Dalam konser The Crown, Queennara membagikan kisahnya, sebuah perjalanan musikal yang ia racik sendiri selama menempuh studi di UIC College of Music. Bertema Empowerment, Elegance, and Emotional Transformation, konser ini menjadi deklarasi jati diri. “The Crown adalah simbol perjalanan saya sebagai perempuan, seniman, dan individu yang sedang belajar untuk berdiri tegak dengan cerita dan suara sendiri. Ini bukan semata soal status, tetapi tentang keberanian menjadi diri sendiri di dunia yang terus berubah. UIC College bukan hanya memoles saya untuk meraih cita-cita di industri musik, tapi juga membantu mewujudkan impian saya untuk mengembangkan pengetahuan hingga ke luar negeri,” ujar Queennara. Konser ini menjadi puncak pencapaian Queennara selama belajar di UIC College BSD, memperlihatkan dedikasi dan perkembangan artistiknya. Sebelumnya, ia juga memukau publik melalui Junior Recital di ZODIAC Jakarta. Kini dengan skala yang lebih besar, Queennara menggandeng musisi profesional dari band Asian Beat, serta tampil di hadapan tamu-tamu istimewa seperti produser musik, penyanyi, presenter TV, hingga figur publik dan pelaku industri kreatif lainnya. Queennara, musisi muda dengan suara kuat, visi jujur, dan pesan berani, membawakan karya-karya musik pilihan yang mencerminkan perjalanan emosional dan kepekaan artistiknya. Dari soft rock ballads, cinematic pop, hingga alternative R&B, seluruh komposisi dikemas dalam aransemen live yang teatrikal dan menyentuh. Gedung Kesenian Jakarta, dengan keanggunan klasik dan akustik superiornya, menjadi panggung yang ideal untuk pertunjukan ini. Dukungan Penuh dari USG Education “The Crown bukan sekadar konser. Ini adalah cermin potensi besar generasi muda Indonesia di industri kreatif dunia,” ungkap Adhirama G. Tusin, CEO USG Education. “Melalui kurikulum berbasis industri dan pengalaman belajar dunia nyata, UIC College membekali siswa dengan lebih dari sekadar ijazah, kami membentuk karakter dan kesiapan untuk bersaing secara global.” Program-program UIC College memang berfokus pada real-world learning: mulai dari produksi musik, kolaborasi profesional, penciptaan karya orisinal, hingga manajemen diri sebagai artis independen. Semua ini diajarkan langsung oleh para praktisi dan mentor berpengalaman. “Yang membuat recital ini spesial bukan hanya kualitas musiknya, tapi juga keberanian artistiknya. Queennara membuktikan bahwa musik bisa menjadi tempat membagi rasa, ia menyampaikan cerita, emosi, dan refleksi dengan cara yang menyentuh,” ujar Irman F. Saputra, Koordinator Akademik UIC College Musik. Dengan ribuan alumni yang kini berkiprah di berbagai belahan dunia, USG Education terus menjalankan misinya: membuka akses pendidikan internasional yang terjangkau, berkualitas, dan relevan untuk masa depan. Melalui program seperti TBI, UJC, Uniprep, UIC College, dan Unistart, USG Education membangun ekosistem pembelajaran menyeluruh, dari tingkat dasar hingga universitas luar negeri. “Kami di UIC College percaya bahwa pendidikan seni bukan hanya tentang teknik, tapi juga tentang karakter, refleksi diri, dan keberanian mengekspresikan suara personal. Queennara adalah bukti nyata bagaimana siswa kami berkembang menjadi seniman yang otentik dan relevan,” tutup Aimee. Melalui konser seperti The Crown, UIC College of Music menegaskan komitmennya untuk terus melahirkan generasi seniman Indonesia yang siap menginspirasi dunia melalui karya dan karakter. Karena di sinilah semua mimpi besar bermula. It all starts here.

  • CAMBRIDGE CELTA: SERTIFIKASI PENGAJAR YANG MAKIN DICARI UTC MEMPERLUAS AKSES PELATIHAN BERSTANDAR INTERNASIONAL DI INDONESIA

    Di tengah meningkatnya mobilitas studi dan kerja lintas negara, kemampuan bahasa Inggris bukan lagi sekadar nilai tambah. Yang makin dicari justru kualitas pengajarnya, mereka yang mampu mengajar dengan metode teruji, praktik kelas yang kuat, dan standar yang diakui secara internasional. Di sinilah Cambridge CELTA ( Certificate in Teaching English to Speakers of Other Languages)  menjadi pembeda. CELTA bukan sertifikat teori mengajar, melainkan kualifikasi yang menempatkan kompetensi pengajar pada ukuran yang jelas. Keterampilan mengajar nyata di kelas, dinilai secara terstruktur, dan dikawal oleh standar Cambridge. Bukan Sekadar Sertifikasi: CELTA Menguji Kompetensi di Kelas Salah satu kekuatan CELTA adalah pelatihannya yang intensif dan benar-benar berbasis praktik mengajar. Cambridge menjelaskan bahwa program CELTA mencakup minimal 120 jam pembelajaran , yang memadukan teori inti dengan praktik di kelas, termasuk pengalaman mengajar nyata,   umpan balik terstruktur dari tutor, serta penilaian melalui praktik mengajar dan tugas tertulis. Dengan struktur seperti ini, peserta tidak hanya belajar ’cara mengajar’, tetapi dibimbing untuk membangun standar mengajar yang jelas dan terukur. Mulai dari merancang pembelajaran yang efektif ( lesson planning  yang terarah), mengelola kelas dan dinamika peserta didik, menyampaikan materi dengan lebih jelas dan mudah dipahami, hingga mengembangkan kebiasaan refleksi dan perbaikan berkelanjutan melalui umpan balik rutin dari tutor. Dalam 120 jam tersebut, apa saja yang dipelajari? Secara garis besar, silabus CELTA membekali peserta dengan fondasi pengajaran bahasa Inggris yang relevan untuk konteks kelas nyata. Materinya mencakup pemahaman tentang peserta didik, peran pengajar, proses pembelajaran. Juga termasuk konteks pembelajaran, analisis bahasa dan kesadaran berbahasa, pengembangan empat keterampilan utama (membaca, mendengar, berbicara, dan menulis), perencanaan pembelajaran serta pemanfaatan sumber daya untuk berbagai konteks mengajar, hingga pengembangan keterampilan mengajar dan profesionalisme secara berkelanjutan. Untuk format intensif, Cambridge juga menekankan beban belajar yang realistis.  Selain jam kursus, peserta umumnya perlu menyiapkan waktu tambahan untuk persiapan dan belajar mandiri ( self-study ) ,  sehingga pengalaman belajarnya benar-benar mengubah cara mengajar, bukan sekadar selesai kelas. Kenapa CELTA Bernilai Tinggi di Pasar Kerja Global Yang membuat CELTA semakin relevan adalah fakta bahwa banyak pemberi kerja menggunakannya sebagai patokan kualitas minimum pengajar. Dalam rilis resmi Cambridge English tanggal 20 Januari 2026, Cambridge melaporkan hasil studi terhadap 200 iklan lowongan pengajaran bahasa Inggris ( English Language Teaching/ELT ) di 41 negara (periode posting Januari–September 2025). Hasilnya: CELTA diminta pada 63,5% iklan secara global. Hal ini menegaskan bahwa CELTA merupakan salah satu kualifikasi yang paling sering dicantumkan dan menjadi rujukan kuat di pasar kerja internasional.  Cambridge juga menyoroti bahwa meningkatnya kebutuhan pelatihan guru ELT dipengaruhi oleh permintaan yang besar dan kebutuhan solusi yang lebih fleksibel (termasuk pembelajaran digital). Intinya, CELTA bukan tren, tetapi respon terhadap kebutuhan nyata di industri, kualitas pengajar yang siap mengajar, lintas konteks dan lintas negara.  UTC: Membawa Standar CELTA ke Indonesia Di Indonesia, program CELTA diselenggarakan oleh UniSadhuGuna Testing Centre (UTC) , centre  resmi Cambridge English yang berlisensi untuk menyelenggarakan CELTA. UTC yang merupakan bagian dari ekosistem USG Education telah berpengalaman menyelenggarakan CELTA baik secara luring (tatap muka) maupun daring ( online),  sehingga aksesnya lebih luas untuk calon pengajar dari berbagai kota.  Sejak berdiri pada tahun 2005, UTC berkomitmen mendukung peningkatan kualitas pendidikan melalui layanan ujian dan sertifikasi berstandar tinggi, mendampingi siswa, tenaga pendidik, dan profesional meraih kredensial global.  Adhirama G. Tusin, CEO USG Education,  menyampaikan, “Kami melihat CELTA bukan sekadar sertifikasi, tetapi fondasi profesional bagi para pengajar bahasa Inggris untuk membangun kompetensi, standar pengajaran, dan daya saing internasional. Inisiatif ini sejalan dengan komitmen kami dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui jalur pendidikan dan sertifikasi global,” ujarnya. Menurut Deddy Mulyadi , Manager UTC, program ini menekankan praktik langsung dan refleksi berkelanjutan. “CELTA tidak hanya membahas teori mengajar, tetapi melatih peserta menghadapi situasi kelas yang nyata. Peserta mendapatkan umpan balik yang terstruktur, praktik mengajar langsung dengan peserta didik, serta pendampingan tutor berpengalaman. Karena itu, lulusannya umumnya lebih siap, percaya diri, dan adaptif saat mengajar di berbagai konteks pembelajaran,” tuturnya. Deddy menambahkan, “Pada akhirnya, CELTA membantu pengajar naik level, bukan hanya pada teknik, tetapi pada cara berpikir profesional di kelas.” Nilai Tambah CELTA bagi Kompetensi dan Karier Pengajar Bagi banyak pengajar, nilai CELTA tidak berhenti pada sertifikat. Program ini memberi pelatihan yang sistematis, intensif, dan mendalam, sekaligus membangun keterampilan baru yang meningkatkan kepercayaan diri saat mengajar. Karena pengakuannya bersifat internasional, CELTA juga membuka peluang karier yang lebih luas, termasuk kesempatan mengajar di berbagai negara dan memperkuat jenjang karier secara signifikan. Nilai CELTA paling terasa ketika peserta kembali ke kelas, karena yang dibentuk adalah kebiasaan profesional: planning , eksekusi, refleksi, dan perbaikan berkelanjutan. Pengalaman positif tersebut juga dirasakan oleh para alumni CELTA. Asri Nurul Qodri, peserta yang melanjutkan studi Linguistics di Arizona State University, Tempe, Amerika Serikat, mengungkapkan, “Saya memandang CELTA sebagai salah satu pelatihan inti yang sangat penting bagi mereka yang ingin memulai karier di bidang ESL/EFL. Teknik pengajaran dan pengetahuan yang saya dapatkan berkontribusi besar terhadap filosofi mengajar saya dan kemampuan saya dalam menghadapi berbagai situasi kelas.” Famiya, pengajar di Ruangguru, turut membagikan pengalamannya setelah mengikuti CELTA. “Saya benar-benar merasakan perkembangan pada keterampilan mengajar saya. Kini saya memahami cara membuat pelajaran lebih mudah dipahami oleh murid. Umpan balik yang diberikan saat pelatihan CELTA sangat tajam dan informatif, dan itu sangat membantu saya dalam memperbaiki teknik mengajar,” ujarnya. Testimoni seperti ini menegaskan bahwa CELTA memberi pengajar struktur dan standar, bukan hanya motivasi. Siapa yang Cocok Mengambil CELTA CELTA terbuka bagi mereka yang sudah mengajar maupun yang baru memulai, selama memenuhi kualifikasi. Secara umum, Cambridge menetapkan minimum usia 18 tahun ke atas , standar pendidikan setara persyaratan masuk perguruan tinggi, serta kemampuan bahasa Inggris di level high C1  atau lebih. UTC juga mensyaratkan kesiapan ini untuk memastikan peserta mampu mengikuti program yang intensif. Jadwal CELTA 2026 di UTC Pada tahun 2026, UTC menjadwalkan beberapa periode kelas, baik luring maupun daring. Kelas luring format intensif tersedia pada 10 April–8 Mei 2026  dan 19 Juni–17 Juli 2026 . Sementara itu, kelas daring format paruh waktu tersedia pada 1 Agustus–4 Oktober 2026  serta 10 Oktober–13 Desember 2026 . Cara Pendaftaran Calon peserta dapat mendaftar dengan mengisi formulir aplikasi dan mengirimkannya ke UTC. Formulir akan ditinjau oleh tutor CELTA. Kandidat yang lolos seleksi administrasi akan mengikuti tahap wawancara. Setelah dinyatakan lulus, peserta dapat melakukan pembayaran dan mulai mengikuti pelatihan sesuai jadwal kelas yang dipilih. Sebagai bagian dari ekosistem USG Education, UTC terus memperkuat perannya dalam mendukung pengembangan tenaga pendidik Indonesia agar mampu bersaing di tingkat global. Melalui penyelenggaraan CELTA dan berbagai kualifikasi internasional lainnya, UTC berkomitmen menjadi mitra strategis dalam peningkatan kualitas pendidikan dan profesionalisme pengajar Bahasa Inggris di Indonesia. Informasi lebih lanjut mengenai program CELTA dapat diperoleh dengan menghubungi UniSadhuGuna Testing Centre (UTC) melalui telepon (021) 227 698 24 / 25, WhatsApp 0813 8929 3535, atau email info@utc-usg.com .

  • Dari Indonesia ke Dunia: USG Education Perkuat Ekosistem Jalur Studi Internasional bagi Pelajar Indonesia

    Kelulusan mahasiswa UIC College BTEC dan UIC-UTS College menegaskan komitmen USG Education membangun transisi studi internasional yang terukur: akademik, karakter, dan kesiapan mental. It all starts here. Dari kelas di Indonesia menuju ritme kampus internasional, ada satu fase yang sering menentukan: transisi. Transisi dari sistem belajar yang familiar menuju lingkungan akademik yang menuntut kemandirian, kecepatan adaptasi serta standar berpikir kritis yang lebih tinggi. Melalui momen kelulusan hari ini, USG Education menegaskan komitmennya membangun jalur studi yang terukur, dengan standar akademik, karakter dan kesiapan mental yang holistik. Bertempat di Soehanna Hall, the Energy Building SCBD, UIC College, bagian dari ekosistem pendidikan USG Education, melepas 37 mahasiswa dari program UIC College BTEC dan UIC – UTS College. Bagi para lulusan, kelulusan ini bukan sekedar seremoni, melainkan penanda langkah, dari target yang dulu terasa jauh menuju tahap berikutnya yang kini semakin nyata. Studi Internasional Butuh Kompetensi Mumpuni Minat pelajar Indonesia untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri terus menunjukkan tren positif. Studi internasional dinilai mampu membuka akses terhadap kualitas pendidikan global, memperluas wawasan lintas budaya, serta membekali siswa dengan kompetensi akademik dan non-akademik yang relevan. Namun, banyak perjalanan studi berhenti bukan hanya karena ‘kurang tepat’, melainkan karena kurang siap menghadapi sistem baru. Mahasiswa yang melanjutkan studi ke luar negeri kerap menghadapi perubahan besar: cara dosen mengajar, cara tugas dinilai, kecepatan ritme perkuliahan, budaya diskusi, sampai cara menyusun argumen dalam tulisan akademik. Tanpa pendampingan yang tepat, transisi ini bisa terasa mengagetkan dan mempengaruhi performa belajar. Di titik inilah, ekosistem pendidikan yang terintegrasi menjadi pembeda. Bukan hanya mempersiapkan siswa secara akademik, tapi juga membentuk kebiasaan belajar, daya tahan mental dan pola pikir global yang dibutuhkan untuk bertahan dan bertumbuh. Ekosistem Terintegrasi: Menghubungkan Persiapan, Transisi hingga Outcome. Di era hari ini, standar akademik saja tidak cukup. Karena itu, USG Education membekali para siswa dengan keterampilan masa depan, mulai dari i nnovation and creativity mindset, problem solving, digital savvy, communication and networking skills, cultural diversity skills, dan entrepreneurial mindset. USG Education memiliki posisi sebagai ekosistem pendidikan terintegrasi. Bukan sekedar penyedia program, melainkan semua sistem yang menghubungkan tahapan – tahapan krusial perjalanan siswa, dari persiapan hingga outcome. CEO USG Education, Adhirama G. Tusin, mengungkapkan, “Di USG Education, kami membangun sebuah ekosistem pendidikan yang saling terhubung. Mulai dari persiapan akademik, pengembangan kompetensi, hingga jalur menuju universitas dan karier internasional.” USG Education juga telah memperkuat ekosistemnya melalui USG Education Incubation Program Sebagai support system untuk memberdayakan siswa, alumni dan komunitas, agar perjalanan studi mereka tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga bertumbuh dalam karakter, pengalaman, dan kontribusi nyata, melalui: ● Pelatihan praktikal & project-based learning (berpikir kritis, komunikasi, problem solving, dan cara kerja di industri). ● Program magang & experiential projects (portofolio, leadership , jam terbang didukung pendampingan langsung dari para pelaku industri sebagai mentor dan industry partners ) ● Business Club & innovation community (jejaring lintas program, melatih kepemimpinan, eksekusi ide, dan inisiatif) ● Start Up & Community Empowerment (kolaborasi dengan pelaku industri/UMKM untuk dampak nyata) UIC College BTEC & UIC - UTS College: Jalur Terukur Menuju Universitas Internasional.   Dua program yang menjadi sorotan kelulusan kali ini adalah UIC College BTEC dan UIC – UTS College. Jalur unggulan  yang dirancang untuk memastikan transisi mahasiswa Indonesia ke sistem pendidikan ke luar negeri berjalan lebih  mulus. UIC College BTEC menerapkan kurikulum Pearson-Edexcel (Inggris) dengan pendekatan real world learning & industry based curriculum. Mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga dibiasakan memahami konteks industri. Belajar dari  praktisi dan mengerjakan tugas yang relevan dengan industri.  Sementara itu, UIC - UTS College merupakan jalur langsung menuju University of Technology Sydney (UTS) , salah satu  universitas terkemuka di Australia. Kurikulum pathway dirancang untuk mempersiapkan mahasiswa melanjutkan studi  ke tahun kedua hingga meraih gelar sarjana S1 di UTS, Australia, secara mulus.   Kedua program ini menekankan penguatan kemampuan akademik, keterampilan berpikir kritis, serta kesiapan  mahasiswa dalam menghadapi sistem pembelajaran universitas internasional. Di titik ini, kelulusan menjadi semacam  panggung pembuktian. Ketika siswa mendapatkan jalur yang tepat dan pendampingan yang konsisten, mimpi menuju  universitas terkemuka bukan lagi wacana.   Kelulusan sebagai Bukti. Bukan Hanya Akademik, tapi Holistik.  Adhirama menegaskan bahwa momen kelulusan ini menjadi bukti bahwa dengan dukungan ekosistem yang tepat dari  USG Education, generasi muda Indonesia mampu melangkah percaya diri ke panggung dunia.  “Momen kelulusan ini menjadi titik transisi penting bagi para lulusan, dari ruang kelas menuju tantangan dunia nyata  dan pendidikan global. Di USG Education, kami tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga pada proses pendampingan yang membentuk karakter, ketangguhan, dan kesiapan mental siswa. Kami percaya bahwa lulusan  yang siap secara holistik akan lebih mampu beradaptasi dan bertumbuh di lingkungan global yang dinamis,” ujar Adhirama. Komitmen yang sama ditegaskan oleh CEO UTS College, Morwenna Shahani, yang menyampaikan kebanggaannya  atas lulusan yang telah dipersiapkan dengan pola pikiran global. Bukan semata nilai akademik.  “Kami bangga melihat para lulusan hari ini beserta pencapaian yang telah mereka raih. Melalui kerja keras yang  konsisten, didukung oleh dedikasi penuh para staf UIC–UTS College, para siswa telah dipersiapkan secara matang untuk  menghadapi masa depan global—tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga dalam pembentukan karakter dan pola  pikir. Kami meyakini bekal ini akan mengantarkan mereka meraih kesuksesan dalam melanjutkan studi di UTS, Australia,  sekaligus membuka berbagai peluang di masa depan,” ujar Morwenna.  Kelulusan Januari ini merupakan momen kelulusan pertama USG Education di tahun 2026 , yang akan diikuti oleh  kelulusan berikutnya secara berkala sepanjang tahun, selaras dengan periodik intake program internasional.   Ariyani Marwadi , COO USG Education, menambahkan “Kelulusan Januari ini menjadi pembuka rangkaian kelulusan USG  Education sepanjang 2026, yang akan berlangsung secara periodik mengikuti intake program internasional. Setiap  kelulusan adalah penanda progres. Bukan hanya capaian akademik, tetapi kesiapan siswa untuk melangkah ke tahap  berikutnya dalam jalur studi internasional mereka,” ujar Ariyani.  Para lulusan berasal dari berbagai jurusan, mencerminkan keberagaman jalur pendidikan yang ditawarkan, seperti  Business, Sound Design, Engineering , dan Information Technology (IT) .   Alumni, Prestasi dan Percaya Diri yang Terbentuk.  Salah satu cara paling kuat membaca kesiapan internasional adalah melalui cerita yang bisa diverifikasi. Alumni yang  telah melanjutkan, telah beradaptasi, dan berkontribusi di industri dengan standar tinggi.   Dalam kelulusan ini, Ivan Chaniago Putra, alumni program UIC-UTS College, Engineering (2017) dan lulusan UTS,  Australia, Bachelor of Engineering in Mechanical Engineering (2019) membagikan pengalamannya. Saat ini Ivan  bekerja sebagai Account Manager at Huawei Tech Investment Indonesia.  “Program UIC-UTS College merupakan program yang istimewa bagi siswa Indonesia. Sebagai alumni UIC–UTS College,  saya merasakan betul bagaimana program ini menjadi fondasi penting dalam perjalanan akademik dan profesional  saya. Program ini membantu saya beradaptasi dengan kehidupan universitas dan memberi gambaran nyata tentang  seperti apa kuliah di UTS—mulai dari perbedaan budaya, belajar mandiri, hingga gaya belajar yang lebih praktis dan  dekat dengan dunia nyata,” ujar Ivan.  Kisah lain datang dari Clarice Aurelia Jo, lulusan UIC-UTS College jurusan Business yang meraih predikat Best Student  dengan capaian GPA 6,8 dari 7. Sebuah pencapaian yang menggambarkan kesiapan akademik dan konsistensi yang matang.   “Menjadi bagian dari UIC-UTS College adalah pengalaman yang sangat berarti bagi saya. Proses pembelajaran di sini  tidak hanya menantang secara akademik, tetapi juga mengasah kepercayaan diri, kepemimpinan, kerja sama, dan  tanggung jawab yang membentuk kami sebagai individu. Penghargaan yang saya raih pada kelulusan ini bukan hanya  tentang pencapaian akademik, tetapi tentang bertumbuh bersama, saling menguatkan, dan berani melangkah ke  masa depan,” ujar Clarice. Predikat Best Student juga berhasil diraih oleh Kenzo Hausen (UIC - UTS College jurusan Engineering) dan Sebastian  Donato Arifin (UIC - UTS College jurusan Information Technology).  Dibalik angka GPA dan predikat, yang paling penting adalah satu perubahan yang sering luput terlihat. Kepercayaan diri  yang lahir dari proses. Ketika siswa tahu bagaimana belajar, tahu bagaimana berpikir dan tahu bagaimana merespon  tantangan.  LEARN Framework dan Noble Scholar Standard  Di USG Education, kesiapan global ini dibentuk oleh nilai, yang terlihat dalam kebiasaan, cara belajar, cara menghadapi  tekanan dan cara membawa diri dalam lingkungan baru. Nilai tersebut dirangkum dalam LEARN Framework (Leadership,  Empathy, Agility & Access, Reliability & Nurture) serta standar Noble Scholar yang menjadi fondasi pendampingan siswa.   Selama lebih dari 30 tahun, USG Education telah menghadirkan program akademik berstandar internasional yang  melengkapi. Di dalamnya ada enam unit bisnis yang terintegrasi:  ● The British Institute (TBI) (berdiri 1984) mendampingi siswa dari anak – anak hingga profesional untuk  membangun kepercayaan diri dan kefasihan berbahasa Inggris, dengan pendekatan pembelajaran yang  aplikatif dan relevan.  ● UniSadhuGuna Testing Centre (UTC) (berdiri 2005) satu – satunya penyelenggara ICAS School Competition di  Indonesia. UTC juga dipercaya sebagai salah satu penyelenggara berbagai ujian internasional yang diakui  dunia, termasuk Cambridge English Qualifications, Linguaskill terbaru, IELTS TM dan TOEFL ITP Ⓡ . UTC juga  menyediakan kualifikasi pengajaran bahasa Inggris berstandar internasional, seperti Cambridge CELTA,  Cambridge DELTA, dan Cambridge TKT, yang menunjukkan kompetensi dan pencapaian seorang pengajar.  ● Uniprep Junior College (UJC) (sejak 2013) merupakan program setara Sekolah Menengah Atas dengan  kualifikasi Internasional GCSE Pearson Edexcel dan BTEC Level 2 sebagai jalur menuju Uniprep atau UIC College.  ● Uniprep (sejak 1994) menghadirkan Foundation Studies yang berasal dari UNSW College selama 9 bulan menuju  studi sarjana di UNSW (the University of New South Wales) maupun universitas terkemuka lainnya.  ● USG International College (UIC College) (sejak 2006) menghadirkan program Pearson BTEC HND & HNC  (Inggris), jalur UIC - UTS College (Australia), serta American Degree Transfer Program (ADTP). Melalui program  University Pathway dan Fast Track siswa dapat menghemat biaya pendidikan kuliah di luar negeri hingga 70%.  ● Unistart (sejak 1994) layanan konsultasi studi luar negeri, termasuk informasi universitas, termasuk pengurusan  visa, persiapan pre-departure dan lain-lain. Hingga kini Unistart telah membantu ribuan siswa melanjutkan studi  ke universitas terkemuka di berbagai negara.  Secara keseluruhan, hingga saat ini USG Education telah meluluskan lebih dari 5000 siswa / i yang kini tersebar di dalam  dan luar negeri serta berperan aktif di berbagai sektor industri. Bagi USG Education masa depan tidak ditunggu. Masa depan disiapkan dengan nilai nyata, sistem teruji dan ekosistem yang saling terhubung. It all starts here.

View All

Other Pages (109)

  • USG Education I International Pathway Programs I Indonesia

    As a world-class international education provider in Indonesia, USG Education offers a variety of internationally-standardized and career-focused programs through a new approach to learning. We have helped over 3,500 students in gaining entry to prestigious universities worldwide. It all starts here USG Education is Indonesia’s most trusted international education partner, offering a complete ecosystem that helps students master English, earn global degrees, launch international careers, or even start their own business. Since 1994, we’ve been building world-class programs with global partners, shaping future-ready talent who thrive long after graduation. Explore Our Programs > The Voice of USG Education PODCAST JOIN OUR WORLD-CLASS PROGRAMS Learn More Learn More Learn More Learn More Learn More Learn More Talk to us PHOTO GALLERY Latest News We’ve got a range of exciting events and activities to support your study choices, passion and future career plan. CAMBRIDGE CELTA: SERTIFIKASI PENGAJAR YANG MAKIN DICARI UTC MEMPERLUAS AKSES PELATIHAN BERSTANDAR INTERNASIONAL DI INDONESIA News - Feb 23 Ketika Warisan Lampung Menjadi “Living Treasure”, UIC Creative Showcase 2026 Menjembatani Budaya, Talenta Muda, dan UMKM Blog - Feb 11 Dari Indonesia ke Dunia: USG Education Perkuat Ekosistem Jalur Studi Internasional bagi Pelajar Indonesia Blog - Feb 10 1 2 3 4 5 Read More

  • Test Site | USG Education

    This landing page is a testing page. This landing page is a testing page. Our Website is Under Construction Dev Team

  • About | USG Education

    USG Education is the most integrated international education pathway provider in Indonesia. Since 1994, we have continuously provided students with access to leading universities worldwide. We are also consistent in our quest for excellence and expansion. USG Education is a trusted international education partner and ecosystem, built in 1994, where a community of educators, counselors, and global partners come together to support meaningful, future-ready learning. Through our complete range of programs, we help students build character, gain global access, and grow into confident individuals who are ready not just to succeed, but to lead Our Vision: To be the most trusted international education partner in Indonesia. Our Mission: To provide access to high-quality, innovative international education LEARN Core Value: Our LEARN Core value defines how we guide and grow every learner: Leadership with Integrity Foster trust, accountability, and ethical decision-making. Empathy and Respect Build a supportive and inclusive learning and working environment. Access, Agility and Innovate Adapt to changes, embrace creativity, and drive continuous improvement. Reliability and Excellence Maintain high academic standards, operational efficiency, and service quality. Nurture Growth Encourage personal and professional development for students, faculty, and staff. Home of the Noble Scholar : “We are young and robust; we are full of hope, and we hold the endless potential to grow. The world is our learning ground, and we are keen to adapt to new knowledge and innovation” USG Education Students DEFINITION OF NOBLE SCHOLAR A high achiever with exceptional personal qualities, guided by ethical principles and ideals. An empathetic individual who does not only strive for good grades but is committed to the common good. A resourceful and helpful individual who is empowered to engage in a diverse and changing world. WHAT MAKES US DIFFERENT At USG Education, students are not just enrolling in a program — they’re entering Indonesia’s most trusted education ecosystem , powered by world-class partnerships and designed to shape future-ready talent. Our family of education programs includes: ENGLISH WITH THE BEST Explore This Program Certify Your Future Explore This Program International Pathways Explore This Program Placement & Counseling Explore This Program This structure ensures students receive the right support at every step of their academic journey. OUR TEAM Meet the leadership team behind USG Education, who brings together experience, vision, and a deep commitment to education. They guide our students, campuses, and academic direction with purpose and passion. Santoso W. Ramelan Commissioner, PT UniSadhuGuna & Chairman, YPB'66 Bambang Trisulo Commissioner, PT TBI Budiastuti A. Tusin Chairperson, Lembaga Pendidikan UniSadhuGuna & USG Education Board of Advisor Adhirama G. Tusin Chief Executive Officer Mr. Adhirama leads USG Education as CEO and also serves as Chairman of Yayasan Edukasi Inti Pratama (Metaguna) University, part of the wider USG Education Group. He brings a measured, thoughtful approach to leadership, shaped by years of experience across a range of industries. Before stepping into education, he held executive roles in renewable energy, mining, agribusiness, advertising, and digital ventures , each one adding perspective to how he leads today. His focus has always been clear: grow with purpose, lead through change, and build something that lasts. Adhitya C. Wardhana, Phd Chief Financial Officer Dr. Adhitya is the CFO of USG Education and a seasoned expert in venture development, innovation, and strategic communication. He brings over 14 years of experience investing in and mentoring early-stage startups across tech, media, and business services. With a Ph.D. from the University of Oxford and an Eisenhower Fellowship, he offers global insight and deep experience to help USG Education grow with purpose and impact. Ariyani Mawardi Chief Operating Officer Strong®️ & MMTIC®️ Certified Practitioner Ms. Ariyani is the Chief Operating Officer of USG Education, bringing nearly 20 years of experience in academic leadership and education management. She holds a Master’s degree in International Management from the University of St. Thomas, USA, and has taken on many roles within UniSadhuGuna — from lecturer and Program Manager to Head of Campus. As a certified career consultant, she’s passionate about helping students and teams grow with clarity, confidence, and purpose. Windiaprana Ramelan Chief Transformation Officer Mr. Windiaprana is USG Education’s Chief Transformation Officer and a dynamic voice in education, innovation, and digital strategy. He has led transformation projects and training programs for major organizations for over 15 years. As co-founder of JadiPintar, an AI-powered English tutor app, he blends vision with action, and brings bold ideas to life. Certified in Design Thinking and Intellectual Property, Windi helps USG Education stay future-ready, agile, and always evolving. Niluh Komang Aimee Sukesna, BA, MBA USG Education Head of BSD Campus & UIC College BTEC Specialist SII Certified Counsellor Ms. Niluh Komang or better known as Aimee is USG Education Head of BSD Campus and the Head of UIC Foundation and BTEC Programs. She has more than 13 years of experience in the education industry, including academic operations, Marketing & Public Relations, University Placement, and Corporate Relations. Education is where her heart is. Personable as she is passionate, Ms. Aimee is an educator par excellence who believes in the balance of academic and life skills. Nayda Usvinouva USG Education – TBI Head of PONDOK INDAH Campus With over 15 years of experience in education management, Ms. Nayda leads the TBI Pondok Indah campus with a steady hand and a focus on both people and performance. She has been with TBI since 2012, overseeing the full scope of campus operations , from academic planning and team development to student engagement, financial results, and growth strategy. Her earlier roles in preschool coordination and marketing shaped her collaborative and people-centered approach to leadership. What drives her isn’t just the day-to-day targets , it’s creating a school environment where staff feel empowered, students feel seen, and every classroom reflects the quality TBI is known for. Ario Muliawan Head of Academics, USG Education Pathway Mr. Ario Muliawan, chairs the Academics and Quality Assurance Board. Having been granted a full scholarship to earn his Bachelor’s Degree in Electrical Engineering from Michigan Technological University in 1992 and a Master’s Degree in Electrical Engineering from the University of Minnesota , Mr. Muliawan has chosen to work as an educator. He joined USG Education in 2004 as a Physical Science and Mathematics lecturer. He's been involved in various management roles, including Program Manager and Head of Academics. Yuvin Maharuddin USG Education Head of PIK Campus & UIC – UTS College Specialist Ms. Yuvin Maharuddin is the USG Education Head of Pantai Indah Kapuk Campus. An educator with more than ten years of experience under her belt. Ms. Yuvin is a passionate educator who has joined USG Education in 2017. Apart from her main job as a Head of Campus, the Business Administration graduate from the Philippines School of Business Administration (PSBA) also holds the position of Program Specialist of UIC - UTS College Diplomas of Engineering and IT. Dwi Kurniawati USG Education – TBI Head of MALANG Campus Dwi Kuaniawati USG Education – TBI Head of MALANG Campus Tamara Tanuatmadja Head of Academic, TBI – The British Institute Ms. Tamara leads the academic team at TBI, ensuring the quality and consistency of English language programs across all campuses. She’s deeply involved in how English is taught, from designing meaningful learning experiences to mentoring teachers and refining classroom practices. With a background in curriculum planning, academic operations, and teacher development, she works closely with both instructors and students to make learning clear, effective, and engaging. She is committed to maintaining high academic standards while fostering a warm, learner-centered environment where every student feels supported. Seira Hairunnisa Kaswarach USG Education – TBI Head of BANDUNG Campus Seira Hairunnisa Kaswarach USG Education – TBI Head of BANDUNG Campus Lucy Olivia Siagian USG Education - TBI School Manager, Kelapa Gading Campus Ms. Lucy Olivia, or better known as Olivia , leads TBI Kelapa Gading with a steady blend of operational focus and people-first leadership. With over 10 years at TBI, she’s built a strong track record in academic excellence, team development, and school growth. Her background spans education, training, human resources, and digital marketing — all of which shape her practical, forward-thinking approach. She believes leadership is about more than just meeting targets. It’s about creating a space where teams feel supported, students feel confident, and learning truly lasts. OUR CAMPUSES USG Education is proud to be Indonesia’s largest international education partner, with six campuses across the country, each one designed to bring world-class learning closer to home. BSD new campus EduTown Lounge_BSD new campus EduTown Music Studio 2_BSD new campus EduTown BSD new campus EduTown 1/11 BSD CAMPUS PI Campus PI Campus PI Campus PI Campus 1/7 PI CAMPUS PIK Campus UIC-UTS College_PIK Campus PIK Campus_IT Lab PIK Campus 1/7 PIK CAMPUS USGE KG- Building Facade Classroom Hallway USGE KG- Building Facade 1/10 KG CAMPUS Facade Building - TBI Bandung Hallway - TBI Bandung0.02 AM (1) Lobby - TBI Bandung Facade Building - TBI Bandung 1/10 BANDUNG CAMPUS Building Facade - TBI Malang_edited Building Facade - TBI Malang_edited Lobby - TBI Malang Building Facade - TBI Malang_edited 1/12 MALANG CAMPUS “Every campus is a place that nurtures creativity, critical thinking, and real-world problem-solving. Wherever you are in your journey, there’s a USG Education campus ready to support you." Campus Locations GLOBAL PARTNERSHIP We partner with more than 200 world-class universities, industry leaders, and organisations to open real pathways for our students. These pathways support their growth academically, professionally, and globally. Key Academic Partners: Industrial Partners: Strategic Collaboration Networks:

View All

 It all
starts here 

USGE-Positioning-2025

UTC Programs

  • Whatsapp
  • Instagram

Pathway Programs

  • Whatsapp
  • YouTube
  • Instagram
  • Spotify
USGE batik pattern

© 2025 USG Education

bottom of page